PEKANBARU - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni buka suara soal ketidakhadirannya saat Presiden RI Prabowo Subianto meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pekanbaru, Riau, dan Palembang, Sumatra Selatan, Senin (24/8/2026).
Saat kunjungan tersebut, Prabowo didampingi sejumlah menteri. Namun, Raja Juli dan Menteri Lingkungan Hidup (LH) Jumhur Hidayat tidak terlihat dalam rombongan Presiden.
Ketidakhadiran Raja Juli menjadi perhatian karena kunjungan Prabowo secara khusus berkaitan dengan penanganan karhutla yang menjadi persoalan serius di sejumlah wilayah Sumatra.
Raja Juli memastikan absennya dirinya dalam kunjungan tersebut bukan berarti komunikasi dengan Presiden terputus. Ia menyebut koordinasi dengan Prabowo tetap berjalan dengan baik.
"Saya kira Pak Mensesneg sudah menjelaskan bahwa Pak Presiden fokus untuk mempertebal dukungan dari TNI-Polri, dan saya berkomunikasi baik dengan Pak Presiden," kata Raja usai memimpin rapat penanganan karhutla di Daops Manggala Agni Jambi, Selasa (25/8/2026).
Menurut Raja, saat Prabowo melakukan kunjungan ke Pekanbaru dan Palembang, dirinya juga tengah menjalankan tugas penanganan karhutla di daerah lain.
Raja mengatakan, peninjauannya ke Jambi hingga sejumlah wilayah di Kalimantan merupakan bagian dari tugas yang diberikan langsung oleh Presiden Prabowo. Dengan demikian, meski tidak berada dalam rombongan Presiden, ia tetap menjalankan agenda penanganan karhutla di lapangan.
"Saya kira Pak Mensesneg sudah menjelaskan bahwa Pak Presiden fokus untuk mempertebal dukungan dari TNI-Polri, dan saya berkomunikasi baik dengan Pak Presiden," kata Raja.
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi sebelumnya memberikan penjelasan terkait tidak hadirnya Raja Juli dan Jumhur dalam kunjungan Presiden.
Prasetyo menyebut ketidakhadiran kedua menteri tersebut hanya kebetulan. Menurutnya, Raja Juli maupun Jumhur telah beberapa kali turun langsung ke lapangan untuk memantau penanganan karhutla, termasuk di Sumatera Selatan.
“Ya, hanya kebetulan saja. Karena kan beberapa kali juga Menhut sudah berkunjung ke lapangan, termasuk di Sumsel Menteri LH juga sudah berkunjung juga ke mari, ke Sumsel. Jadi ini hanya kebetulan saja,” ujar Prasetyo seusai mendampingi Prabowo, seperti dilihat dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden.
Prasetyo menjelaskan, fokus kunjungan Prabowo ke sejumlah wilayah di Sumatera kali ini adalah memperkuat dukungan personel dan peralatan, khususnya dari TNI dan Polri. Penguatan tersebut diharapkan mempercepat penanganan karhutla di lapangan.
Di tengah penanganan karhutla yang masih berlangsung, Raja Juli juga mengungkapkan langkah penegakan hukum yang dilakukan Kementerian Kehutanan. Hingga saat ini, sebanyak 42 perkara pidana terkait karhutla telah ditangani.
Sejumlah perkara tersebut bahkan melibatkan perusahaan. Raja menegaskan, pemerintah akan menindak tegas siapa pun yang terbukti terlibat, baik pelaku perorangan maupun korporasi.
"Tidak akan tajam ke atas tumpul ke bawah, besar kecil kita tindak secara tegas supaya ada efek jera pada pelaku," katanya.
Sementara itu, persoalan karhutla di Riau masih tergolong serius. Dalam rapat koordinasi penanganan karhutla di Posko AJU, Pekanbaru, bersama Presiden Prabowo, BPBD Riau melaporkan luas area yang terbakar di Riau mencapai 16.277,5 hektare sepanjang Januari-Agustus 2026.
Di sisi lain, Menteri LH Jumhur Hidayat beberapa hari sebelumnya mengungkapkan sekitar 335 perusahaan pemilik konsesi di Indonesia terindikasi memiliki titik api dan mengalami kebakaran di wilayah konsesinya. Kebakaran tersebut tersebar di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan dengan total luasan hampir 85.000 hektare.
Dengan kondisi tersebut, pemerintah kini menghadapi tantangan ganda dalam penanganan karhutla, yakni memperkuat operasi pemadaman sekaligus memastikan proses hukum berjalan terhadap pihak yang terbukti bertanggung jawab.