PEKANBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru kembali melaporkan peningkatan aktivitas titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera.
Hingga Rabu sore (19/8/2026), satelit mendeteksi 617 titik panas yang tersebar di sejumlah provinsi.
Data BMKG menunjukkan, Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 231 titik, disusul Bangka Belitung sebanyak 110 titik, Jambi 83 titik, Lampung 73 titik dan Riau dengan 60 titik.
Selain itu, juga ada sebaran hotspot di Aceh 40 titik, Bengkulu 10 titik, Sumatera Barat 4 titik, Kepulauan Riau 4 titik dan Sumatera Utara 2 titik.
Informasi hotspot menjadi salah satu indikator penting dalam pemantauan dini potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Indah mengatakan, total hotspot yang terpantau di Pulau Sumatera mencapai ratusan titik.
"Total titik panas wilayah Sumatera, Rabu (19/8/2026) sore, terpantau sebanyak 617 titik," ujar Indah.
Di Provinsi Riau, Kabupaten Pelalawan menjadi daerah dengan jumlah hotspot paling dominan.
Dari total 60 titik panas di Riau, sebanyak 47 titik berada di Pelalawan. Sementara itu, Kabupaten Indragiri Hulu 9 titik dan Kabupaten Indragiri Hilir sebanyak 4 titik.
Dominasi hotspot di Pelalawan menunjukkan wilayah tersebut masih menjadi salah satu kawasan yang perlu mendapat perhatian dalam upaya mitigasi karhutla, terutama memasuki periode musim kemarau ketika kondisi vegetasi lebih mudah terbakar.
BMKG secara rutin melakukan pemantauan hotspot melalui citra satelit sebagai bagian dari sistem peringatan dini terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.