PEKANBARU - Jumlah titik panas (hotspot) di Provinsi Riau kembali mengalami peningkatan. Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru pada Minggu (16/8/2026) pagi, tercatat sebanyak 74 hotspot tersebar di sejumlah kabupaten dan kota.
Data BMKG menunjukkan, Kabupaten Pelalawan menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 22 titik, disusul Kampar sebanyak 20 titik.
Selain itu, titik panas juga tersebar di Kabupaten Indragiri Hilir 9 titik, Indragiri Hulu 9 titik, Kepulauan Meranti 4 titik, Kuantan Singingi 3 titik, Rokan Hilir 3 titik, Rokan Hulu 2 titik dan Kota Dumai 2 titik.
Kondisi ini menjadi perhatian karena kedua daerah tersebut merupakan kawasan yang kerap mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat musim kemarau.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Ranti Kurniati mengatakan, jumlah hotspot di Pulau Sumatera juga masih tergolong tinggi.
"Total titik panas wilayah Sumatera pada Minggu (16/8/2026) pagi ini ada 917 titik," ujar Ranti Kurniati.
Dari total tersebut, Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah hotspot terbanyak, mencapai 416 titik.
Sementara itu, Jambi mencatat 109 titik, Lampung 95 titik, Bangka Belitung 94 titik, dan Riau 74 titik.
Provinsi lainnya meliputi Bengkulu sebanyak 37 titik, Kepulauan Riau 34 titik, Sumatera Utara 28 titik, Sumatera Barat 21 titik, serta Aceh 9 titik.
Peningkatan hotspot menjadi indikator awal yang perlu diwaspadai karena berpotensi berkembang menjadi kebakaran hutan dan lahan apabila tidak segera ditangani. BMKG bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan guna mendukung upaya mitigasi karhutla, terutama di wilayah yang memiliki konsentrasi titik panas tinggi.