www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Melon Hidroponik Jadi Andalan Baru Warga Wonosari Inhu, Begini Strategi Pengembangannya
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Karhutla Riau Meningkat, Kualitas Udara Pekanbaru Sempat Berada di Level Berbahaya
Rabu, 19 Agustus 2026 - 07:27:19 WIB
Kabut asap tipis terpantau di Jalan Kartama, Kelurahan Maharatu, Kecamatan Marpoyan Damai (foto/Mimi)
Kabut asap tipis terpantau di Jalan Kartama, Kelurahan Maharatu, Kecamatan Marpoyan Damai (foto/Mimi)

PEKANBARU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sempat menyelimuti Kota Pekanbaru, Selasa (18/8/2026).

Kondisi tersebut sempat menyebabkan kualitas udara di ibu kota Provinsi Riau mencapai kategori berbahaya, terutama di sekitar Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.

Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Warjono, mengatakan hasil pemantauan menunjukkan konsentrasi partikulat halus atau Particulate Matter (PM) 2,5 sempat mencapai 276 mikrogram per meter kubik.

"Tadi pagi, terutama di bandara, terpantau asap masuk ke wilayah Kota Pekanbaru dan kualitas udaranya terpantau sampai berwarna hitam atau berbahaya. Kemungkinan ini adalah asap yang berasal dari Pelalawan karena di sana banyak titik api," kata Warjono, Selasa (18/8/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut tidak berlangsung lama. Kabut asap terpantau sekitar pukul 08.00 hingga 09.00 WIB sebelum kemudian berangsur menghilang.

Perubahan kondisi tersebut dipengaruhi angin yang cukup kencang sehingga asap dengan cepat menyebar dan memudar.

Setelah itu, kualitas udara di Pekanbaru kembali berada pada kategori sedang dan kabut asap tidak lagi terdeteksi.

Selain Pekanbaru, kabut asap juga terpantau di Kabupaten Pelalawan dengan kondisi yang lebih pekat. Wilayah tersebut diduga menjadi sumber asap karena terdapat sejumlah titik panas dan aktivitas karhutla.

Warjono mengatakan, berdasarkan pemantauan BMKG, terdapat 75 titik panas di Riau. Kabupaten Pelalawan menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni mencapai 30 titik.

"Kebakaran masih terjadi di Kerumutan, daerahnya sulit dijangkau dan tanahnya gambut," ungkapnya.

Kondisi lahan gambut dan akses menuju lokasi kebakaran yang sulit menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan karhutla di wilayah tersebut.

BMKG juga memprediksi masih terdapat potensi hujan di sejumlah wilayah Riau, terutama bagian barat, dengan intensitas ringan hingga sedang.

Meski demikian, potensi karhutla masih perlu diwaspadai seiring meningkatnya suhu dan memasuki periode yang lebih kering.

"Suhu terpantau sudah naik menjadi 33 derajat Celsius. Kita imbau warga waspada karena kondisi panas dan juga menuju musim kemarau. Ketika sudah ada api, diharapkan agar segera melaporkan atau menangani sendiri karena itu akan sangat berpotensi untuk menyebar karena kondisi sangat mudah terbakar," ujarnya.

Sebagai salah satu upaya mengantisipasi meluasnya karhutla, BMKG akan memaksimalkan potensi pertumbuhan awan hujan yang terpantau di wilayah Riau.

Menurut Warjono, penyemaian garam akan dilakukan terhadap awan yang berpotensi menghasilkan hujan. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan curah hujan di wilayah yang membutuhkan, termasuk kawasan yang terdampak karhutla.

"Kita akan memaksimalkan ketika ada potensi awan hujan, akan dilakukan penyemaian garam agar terjadi panen hujan sehingga di tempat yang terjadi karhutla bisa padam," jelasnya.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi penyebaran karhutla, terutama saat kondisi cuaca panas dan kering. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

Sumber: Antaranews


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
KWT Srikandi Wonosari panen melon hidroponik.(foto: andi/halloriau.com)Melon Hidroponik Jadi Andalan Baru Warga Wonosari Inhu, Begini Strategi Pengembangannya
Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing.(foto: mcr)204 Jalur Bertarung di FPJ 2026 Kuansing, Wisata Budaya Riau Kian Mendunia
Penghargaan dari Pemcam Koto Gasib kepada PT RAPP dalam kerjasama penanggulangan karhutla.(foto: istimewa)Kolaborasi Lawan Karhutla, Pemcam Koto Gasib Beri Apresiasi kepada PT RAPP
Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Ir Nofrizal M,M (foto/int)Polemik Desil Tak Sesuai Kondisi, DPRD Pekanbaru Soroti Data Penerima Bantuan
ist.Ajang Modifikasi Terbesar Indonesia, Honda Modif Contest 2026 Sapa Pekanbaru 22–23 Agustus
  Kasatpol PP Riau, Sri Sadono ditunjuk jadi Plt Kadishub Riau.(foto: int)Sri Sadono Ditunjuk Jadi Plt Kadishub Riau, Tetap Rangkap Jabatan Kasatpol PP
Ist.Terbukti Bersalah, Joshua dkk Dimutasi, Demosi 3 Tahun dan Patsus 30 Hari
Sebaran titik panas di Sumatera dan Riau sore ini.(infografis/halloriau.com)Jauh Menurun, Riau Sumbang 25 Titik Panas Sore ini
Anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Arwinda Gusmalina (foto/int)Soroti Kenaikan Harga Ayam, Arwinda Minta Pemko Cari Penyebab di Lapangan
Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi Riau, M Job Kurniawan saat menghadiri Puncak Hari Indonesia Menabung dan Puncak Bulan Literasi Keuangan (foto/ist)Pemprov Riau Targetkan Seluruh Pelajar Punya Rekening, Literasi Keuangan Digital Jadi Kunci
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved