PEKANBARU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru melaporkan sebanyak 433 titik panas (hotspot) terpantau di wilayah Pulau Sumatera hingga Kamis (20/8/2026) sore.
Data tersebut menunjukkan konsentrasi hotspot masih mendominasi sejumlah provinsi yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Anggun menyampaikan, sebaran hotspot tersebar di delapan provinsi dengan jumlah terbanyak berada di Bangka Belitung dan Sumatera Selatan.
"Total titik panas (hotspot) wilayah Sumatera pada Kamis sore terpantau sebanyak 433 titik," ujar Anggun.
Berdasarkan pemantauan BMKG, distribusi hotspot di Pulau Sumatera meliputi Bangka Belitung 166 titik, Sumatera Selatan 162 titik, Lampung 44 titik, Riau 25 titik, Jambi 16 titik, Kepulauan Riau 11 titik, Bengkulu 5 titik dan Sumatera Barat 4 titik.
Di Provinsi Riau sendiri, jumlah hotspot tercatat 25 titik, yang sebagian besar berada di Kabupaten Pelalawan 19 titik panas, disusul Kabupaten Kampar 5 titik dan Kabupaten Kuantan Singingi 1 titik.
Dominasi hotspot di Kabupaten Pelalawan kembali menjadi perhatian karena wilayah tersebut merupakan salah satu kawasan yang memiliki tingkat kerawanan karhutla cukup tinggi saat musim kemarau.
Data hotspot dari BMKG menjadi salah satu indikator awal dalam mendeteksi potensi kebakaran hutan dan lahan.
Namun demikian, keberadaan hotspot tidak selalu menunjukkan telah terjadi kebakaran sehingga tetap memerlukan verifikasi langsung di lapangan oleh instansi terkait.