PEKANBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru melaporkan jumlah titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera mencapai 545 titik pada Selasa (18/8/2026) sore.
Dari total tersebut, Provinsi Riau menyumbang 80 titik panas, dengan Kabupaten Pelalawan menjadi daerah yang mencatat jumlah terbanyak.
"Total titik panas di wilayah Sumatera pada Selasa (18/8/2026) sore tercatat sebanyak 545 titik," kata Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Putri Santy.
Berdasarkan data BMKG, Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah hotspot tertinggi, yakni 188 titik, disusul Bangka Belitung 100 titik, Riau 80 titik, Lampung 65 titik, dan Jambi 63 titik.
Sementara itu, provinsi lainnya mencatat jumlah hotspot yang lebih rendah, yakni Sumatera Utara 21 titik, Bengkulu 13 titik, Kepulauan Riau 8 titik, Aceh 5 titik dan Sumatera Barat 2 titik.
Dari total 80 titik panas yang terdeteksi di Provinsi Riau, Kabupaten Pelalawan menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak, yakni 38 titik.
Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Rokan Hilir dengan 21 titik, disusul Kabupaten Indragiri Hulu 7 titik, Kabupaten Kampar 5 titik, Kabupaten Bengkalis 4 titik, Kabupaten Siak 3 titik, Kabupaten Indragiri Hilir 1 titik, serta Kota Dumai 1 titik.
Konsentrasi hotspot di sejumlah kabupaten tersebut menjadi indikator yang terus dipantau BMKG sebagai bagian dari sistem peringatan dini terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Namun demikian, keberadaan hotspot tidak selalu menunjukkan telah terjadi kebakaran sehingga masih memerlukan verifikasi lebih lanjut di lapangan.