PEKANBARU - Sebanyak 75 titik panas (hotspot) terdeteksi di Provinsi Riau pada Selasa (18/8/2026). Kabupaten Pelalawan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, mencapai 38 titik.
Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Yasir, mengatakan jumlah tersebut merupakan bagian dari 602 hotspot yang terpantau di seluruh wilayah Sumatera.
"Untuk wilayah Sumatera terpantau sebanyak 602 titik panas, sementara di Riau terdapat 75 titik panas," kata Yasir, Selasa (18/8/2026).
Berdasarkan pemantauan BMKG, hotspot di Riau tersebar di sejumlah kabupaten dan kota. Pelalawan menjadi daerah dengan titik panas paling banyak, disusul Rokan Hulu dengan 9 titik dan Kampar sebanyak 8 titik.
Sementara itu, Kabupaten Siak terdeteksi 6 hotspot, Rokan Hilir 4 titik, Dumai 4 titik, Kepulauan Meranti 2 titik, Indragiri Hulu 2 titik, serta Bengkalis dan Indragiri Hilir masing-masing 1 titik.
Rincian hotspot di Riau pada Selasa (18/8/2026) yakni:
- Pelalawan: 38 titik
- Rokan Hulu: 9 titik
- Kampar: 8 titik
- Siak: 6 titik
- Rokan Hilir: 4 titik
- Dumai: 4 titik
- Kepulauan Meranti: 2 titik
- Indragiri Hulu: 2 titik
- Bengkalis: 1 titik
- Indragiri Hilir: 1 titik.
Dengan 75 hotspot, Riau menjadi salah satu provinsi di Sumatera dengan jumlah titik panas cukup tinggi. Jumlah tersebut berada di bawah Bangka Belitung yang mencapai 172 titik, Sumatera Selatan 165 titik, dan Lampung 87 titik.
Kondisi ini menjadi perhatian karena peningkatan hotspot dapat menjadi indikator adanya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama jika didukung kondisi cuaca yang panas dan kering.
Yasir mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya di wilayah yang terpantau memiliki hotspot cukup banyak.