PEKANBARU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mencatat jumlah titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera mencapai 274 titik pada Selasa (4/8/2026). Dari jumlah tersebut, Provinsi Riau menyumbang 39 titik panas yang tersebar di enam kabupaten.
Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Ranti Kurniati, mengatakan Provinsi Sumatera Selatan masih menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni mencapai 139 titik. Disusul Riau dengan 39 titik dan Bangka Belitung sebanyak 36 titik.
"Total titik panas (hotspot) di wilayah Sumatera terpantau sebanyak 274 titik," kata Ranti Kurniati, Selasa (4/8/2026).
Selain Sumatera Selatan, Riau, dan Bangka Belitung, BMKG mencatat titik panas juga terdeteksi di Jambi sebanyak 28 titik, Lampung 16 titik, Sumatera Barat 8 titik, Kepulauan Riau 5 titik, Aceh 2 titik, dan Bengkulu 1 titik.
Di Provinsi Riau, sebaran titik panas paling banyak ditemukan di Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Indragiri Hulu yang masing-masing mencatat 16 titik.
Sementara itu, Kabupaten Kepulauan Meranti terdeteksi memiliki 4 titik panas. Adapun Kabupaten Siak, Kabupaten Kampar, dan Kabupaten Indragiri Hilir masing-masing terpantau memiliki 1 titik panas.
"Sebaran hotspot di Riau meliputi Kabupaten Pelalawan 16 titik, Kabupaten Indragiri Hulu 16 titik, Kabupaten Kepulauan Meranti 4 titik, Kabupaten Siak 1 titik, Kabupaten Kampar 1 titik, dan Kabupaten Indragiri Hilir 1 titik," ujar Ranti Kurniati.
Data titik panas ini menjadi salah satu indikator awal yang digunakan untuk mendeteksi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). BMKG mengimbau seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di daerah yang mencatat jumlah hotspot cukup tinggi, agar potensi karhutla dapat dicegah sejak dini.