PERAWANG – PT Arara Abadi, bagian dari unit usaha APP Group, terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kelestarian hutan dan mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Salah satu langkah nyata yang dilakukan perusahaan adalah membangun 34 unit Pos Akses Kontrol dan Pos Mitigasi yang tersebar di seluruh distrik operasional perusahaan serta wilayah kerja mitra unit usaha APP Group di Provinsi Riau.
Pembangunan puluhan pos tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat sistem perlindungan kawasan konsesi melalui pengawasan akses keluar-masuk kawasan, deteksi dini potensi kebakaran, mitigasi risiko Karhutla, hingga pencegahan berbagai aktivitas ilegal yang dapat mengancam kelestarian kawasan. Langkah ini juga dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau panjang yang dipengaruhi fenomena El Nino ekstrem atau yang dikenal sebagai El Nino Godzilla.
Keberadaan Pos Akses Kontrol dan Pos Mitigasi juga menjadi upaya antisipasi terhadap potensi kebakaran yang dipicu aktivitas oknum tertentu yang berupaya menguasai kawasan konsesi melalui praktik pembakaran lahan maupun kebakaran dari luar area konsesi yang berpotensi menjalar ke wilayah operasional perusahaan.
Seluruh pos dibangun di lokasi-lokasi strategis yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap ancaman kebakaran maupun gangguan keamanan kawasan. Pos tersebut difungsikan sebagai pusat pengawasan lapangan, pengendalian akses, koordinasi patroli, respons cepat terhadap titik api, serta menjadi sarana koordinasi bersama para pemangku kepentingan dalam perlindungan kawasan hutan secara terpadu.
Dalam operasionalnya, setiap Pos Akses Kontrol dan Pos Mitigasi dijaga oleh personel gabungan yang terdiri atas karyawan perusahaan, Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT Arara Abadi dan mitra, Masyarakat Peduli Api (MPA), unsur masyarakat sekitar, tokoh masyarakat, serta mendapat dukungan dari TNI, Polri, Manggala Agni, dan BPBD. Seluruh kebutuhan operasional pos difasilitasi perusahaan guna memastikan kesiapsiagaan personel selama menjalankan tugas.
Seluruh aktivitas di pos juga terhubung secara terintegrasi dengan pusat pengendalian (Control Center) di masing-masing distrik operasional dan tersambung dengan Situation Room Fire Operational Management (FOM) PT Arara Abadi di Perawang. Sistem ini memungkinkan pemantauan kondisi lapangan secara real time, mempercepat penyampaian informasi, koordinasi lintas wilayah, hingga pengambilan keputusan secara cepat saat kondisi darurat.
Fire Operational Management (FOM) Head PT Arara Abadi, Richard Sudinardo, mengatakan pembangunan Pos Akses Kontrol dan Pos Mitigasi merupakan investasi strategis perusahaan dalam memperkuat perlindungan kawasan hutan sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam pengendalian Karhutla.
"Perlindungan kawasan konsesi merupakan tanggung jawab yang kami jalankan secara konsisten. Pembangunan 34 Pos Akses Kontrol dan Pos Mitigasi ini menjadi bagian dari sistem pengamanan terpadu perusahaan untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, meningkatkan pengawasan terhadap akses keluar masuk kawasan, serta memperkuat kolaborasi dengan masyarakat dan aparat dalam menjaga kelestarian hutan," sebutnya.
"Selama ini Perusahaan punya komitmen sejauh 5km dari batas luar konsesi jika terjadi Karhutla, perusahaan akan bekerja sama dengan berbagai pihak eksternal untuk ikut membantu memadakan Karhutla tersebut. Kami percaya bahwa keberhasilan pencegahan Karhutla hanya dapat dicapai melalui sinergi seluruh pihak dengan mengedepankan langkah-langkah preventif (pencegahan) sedari awal yang berkelanjutan," sebutnya.
Richard menambahkan perusahaan juga terus meningkatkan kapasitas sistem pengendalian kebakaran berbasis teknologi dan sumber daya manusia.
Perusahaan terus mengembangkan sistem pengelolaan kebakaran berbasis teknologi, penguatan sumber daya manusia, peningakatan peralatan termasuk menyediakan 3 unit helicopter yaitu; 2 unit Helicopter waterbombing dengan kapasitas Bambi Bucket 5000 Liter serta 1 Unit Helicopter untuk Logistik dan Personil Jenis Bell 412 yang juga bisa digunakan untuk water bombing dengan kapasitas Bambi Bucket 2000 liter.
"Dalam waktu dekat kita akan menambag 2 unit Jenis Bell yang akan kita tempatkan di Bagian utara, tengah dan selatan, kita juga lakukan peningkatan kapasitas personel lapangan yang tersertifikasi pemadam kebakaran dari Badan resmi, serta kolaborasi aktif dengan pemerintah, TNI, Polri, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan guna mewujudkan pengelolaan hutan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan,” sebutnya.
Sementara itu, Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC)/Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT Arara Abadi, Sutrisno, menilai keberadaan Pos Akses Kontrol dan Pos Mitigasi memberikan dampak signifikan terhadap efektivitas pengawasan di lapangan.
"Dengan adanya Pos Akses Kontrol dan Pos Mitigasi, personel dapat melakukan patroli lebih intensif, memantau setiap aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kawasan hutan. Pos ini juga mempercepat respons apabila ditemukan titik panas (Hot Spot) maupun titik api (Fire Spot) ataupun indikasi kebakaran sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum api berkembang lebih luas," ujarnya.
Selain menjadi pusat mitigasi Karhutla, Pos Akses Kontrol juga berfungsi sebagai sarana komunikasi antara perusahaan dengan masyarakat sekitar kawasan hutan. Melalui pendekatan kolaboratif tersebut, PT Arara Abadi terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat agar bersama-sama menjaga kawasan hutan dari praktik pembakaran maupun aktivitas ilegal lainnya yang berpotensi merusak lingkungan.
Sebagai bagian dari APP Group, PT Arara Abadi bersama mitra secara konsisten menerapkan kebijakan zero burning dalam seluruh kegiatan operasionalnya. Pembangunan 34 Pos Akses Kontrol dan Pos Mitigasi menjadi salah satu bentuk penguatan sistem pencegahan Karhutla sekaligus menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga kawasan hutan tetap aman, produktif, dan lestari serta mendukung target nasional dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan secara berkelanjutan. (rls)