PEKANBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mencatat sebanyak 137 titik panas (hotspot) terdeteksi di Pulau Sumatera hingga Senin (20/7/2026) sore.
Dari jumlah tersebut, Provinsi Riau menjadi salah satu daerah dengan jumlah hotspot yang relatif rendah, yakni enam titik, seluruhnya berada di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Deby menjelaskan, sebaran titik panas masih didominasi oleh sejumlah provinsi di bagian selatan Sumatera.
"Total titik panas di wilayah Sumatera pada Senin sore terpantau sebanyak 137 titik. Untuk Riau terdapat enam titik dan seluruhnya berada di Kabupaten Indragiri Hulu," ujar Deby.
Berdasarkan data BMKG, Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, masing-masing mencapai 44 titik.
Sementara Lampung mencatat 23 titik, disusul Aceh sebanyak 14 titik, Jambi empat titik, serta Sumatera Barat dan Kepulauan Riau masing-masing satu titik.
Data hotspot menjadi salah satu indikator awal yang digunakan untuk memantau potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Namun demikian, keberadaan titik panas belum tentu menunjukkan adanya kebakaran di lapangan sehingga masih memerlukan proses verifikasi lebih lanjut oleh instansi terkait.
BMKG terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap perkembangan hotspot sebagai bagian dari sistem peringatan dini, terutama memasuki periode musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko munculnya kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Sumatera.