PEKANBARU - Provinsi Riau kembali menjadi wilayah dengan jumlah titik panas (hotspot) terbanyak di Pulau Sumatera berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Minggu (14/6/2026) sore.
Data BMKG menunjukkan terdapat 48 titik panas yang terdeteksi di berbagai provinsi di Sumatera.
Dari jumlah tersebut, Riau menyumbang 17 hotspot, menjadikannya daerah dengan konsentrasi titik panas tertinggi dibandingkan provinsi lainnya.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Ranti Kurniati mengatakan, pemantauan satelit pada sore hari memperlihatkan sebaran titik panas masih ditemukan di sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Total titik panas wilayah Sumatera pada Minggu sore terpantau sebanyak 48 titik. Riau menjadi provinsi dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 17 titik," ujar Ranti Kurniati.
Selain Riau, titik panas juga terdeteksi di beberapa provinsi lain, yakni Bangka Belitung 13 titik, Sumatera Selatan 8 titik, Jambi 4 titik, Aceh 3 titik, serta masing-masing satu titik di Lampung, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Dari total 17 titik panas yang terpantau di Riau, Kabupaten Siak menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak.
Rinciannya, Kabupaten Siak 7 titik, Kabupaten Kampar 3 titik, Kabupaten Pelalawan 3 titik, Kota Dumai 2 titik, Kabupaten Bengkalis 1 titik dan Kabupaten Kuantan Singingi 1 titik.
Tingginya jumlah titik panas di sejumlah wilayah tersebut menjadi perhatian karena berpotensi memicu kebakaran lahan apabila tidak segera ditangani, terutama pada area dengan vegetasi kering dan minim curah hujan.
BMKG bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan perkembangan hotspot sebagai bagian dari upaya deteksi dini terhadap ancaman karhutla yang kerap terjadi saat musim kemarau.
Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama di kawasan rawan karhutla.