PEKANBARU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi sebanyak lima titik panas (hotspot) di Provinsi Riau pada Rabu (10/6/2026). Titik panas tersebut tersebar di empat kabupaten dan menjadi perhatian dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Yasir, mengatakan berdasarkan pemantauan satelit, jumlah hotspot di Pulau Sumatera mencapai 61 titik.
"Berdasarkan hasil pemantauan, total titik panas di wilayah Sumatera terdeteksi sebanyak 61 titik," kata Yasir, Rabu (10/6/2026).
Dari jumlah tersebut, Aceh dan Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan hotspot terbanyak, masing-masing sebanyak 21 titik. Kemudian disusul Sumatera Barat lima titik, Jambi tiga titik, Lampung dua titik, Bangka Belitung dua titik, Kepulauan Riau satu titik, Bengkulu satu titik, serta Riau lima titik.
Untuk wilayah Riau, sebaran titik panas terdeteksi berada di Kabupaten Pelalawan satu titik, Kabupaten Kuantan Singingi dua titik, Kabupaten Siak satu titik, dan Kabupaten Indragiri Hulu satu titik.
"Di Provinsi Riau terpantau lima titik panas yang tersebar di Kabupaten Pelalawan satu titik, Kabupaten Kuantan Singingi dua titik, Kabupaten Siak satu titik, dan Kabupaten Indragiri Hulu satu titik," ujar Yasir.
Meski jumlah hotspot di Riau masih relatif rendah dibandingkan sejumlah provinsi lain di Sumatera, keberadaan titik panas tersebut tetap perlu diwaspadai, terutama memasuki periode cuaca yang cenderung panas di beberapa wilayah.
BMKG bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap perkembangan titik panas sebagai langkah deteksi dini guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang dapat berdampak pada lingkungan maupun kesehatan masyarakat.