PEKANBARU – Provinsi Riau kembali menjadi wilayah dengan jumlah titik panas (hotspot) terbanyak di Pulau Sumatera.
Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru hingga Rabu (3/6/2026) sore, terdeteksi sebanyak 64 hotspot di berbagai daerah di Riau.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Alfa Nataris mengatakan, secara keseluruhan terdapat 112 titik panas yang terpantau di Pulau Sumatera.
"Total titik panas wilayah Sumatera pada sore ini sebanyak 112 titik, dengan jumlah terbanyak berada di Provinsi Riau sebanyak 64 titik," kata Alfa Nataris, Rabu (3/6/2026).
Data BMKG menunjukkan, jumlah hotspot di Riau mencapai lebih dari separuh total titik panas yang terdeteksi di seluruh Sumatera.
Kondisi ini menjadi perhatian karena dapat menjadi indikator awal potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah yang memiliki lahan gambut.
Selain Riau, titik panas juga terpantau di beberapa provinsi lain, yakni Aceh 15 titik, Sumatera Selatan 15 titik, Sumatera Barat 5 titik, Lampung 4 titik, Sumatera Utara 3 titik, Bangka Belitung 3 titik, Bengkulu 2 titik, dan Jambi 1 titik.
Di Riau sendiri, sebaran hotspot paling banyak ditemukan di Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Rokan Hilir.
Berdasarkan rincian BMKG, Kabupaten Bengkalis mencatat 29 titik panas, sementara Kabupaten Rokan Hilir sebanyak 22 titik.
Kemudian disusul Kabupaten Rokan Hulu 6 titik, Kabupaten Kuantan Singingi 2 titik, Kabupaten Indragiri Hulu 2 titik, Kabupaten Siak 1 titik, Kabupaten Pelalawan 1 titik, serta Kota Dumai 1 titik.
"Sebaran hotspot di Riau terpantau berada di delapan kabupaten dan kota, dengan konsentrasi tertinggi berada di Bengkalis dan Rokan Hilir," ujarnya.
Peningkatan jumlah hotspot tersebut menjadi perhatian berbagai pihak mengingat saat ini sejumlah wilayah di Riau mulai memasuki periode cuaca yang lebih kering.
Pemantauan intensif terus dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kebakaran hutan dan lahan yang dapat memicu kabut asap.
BMKG mengimbau seluruh pihak terkait untuk meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat langkah pencegahan di wilayah yang terdeteksi memiliki konsentrasi titik panas cukup tinggi.