PEKANBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mencatat sebanyak 67 titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Sumatera pada Jumat (29/5/2026) sore.
Meski jumlahnya lebih rendah dibanding beberapa hari sebelumnya, kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tetap menjadi perhatian utama, terutama di sejumlah daerah rawan.
Provinsi Sumatera Selatan tercatat menjadi wilayah dengan hotspot terbanyak, yakni mencapai 32 titik.
Sementara Provinsi Riau terpantau memiliki tujuh titik panas yang tersebar di tiga kabupaten.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Yasir mengatakan, pemantauan satelit pada Jumat sore menunjukkan sebaran hotspot masih mendominasi sejumlah wilayah di Pulau Sumatera.
“Total titik panas di wilayah Sumatera terpantau sebanyak 67 titik,” ujar Yasir.
Ia merinci, sebaran hotspot tersebut masing-masing berada di Aceh sebanyak 10 titik, Bengkulu sembilan titik, Lampung empat titik, Sumatera Selatan 32 titik, Sumatera Utara satu titik, Bangka Belitung empat titik, dan Riau tujuh titik.
Khusus di Riau, hotspot terpantau berada di Kabupaten Rokan Hilir sebanyak dua titik, Kabupaten Kuantan Singingi satu titik, serta Kabupaten Pelalawan empat titik.
Meningkatnya titik panas di sejumlah wilayah menjadi indikator yang terus dipantau BMKG bersama instansi terkait guna mengantisipasi potensi munculnya kebakaran lahan, terutama saat cuaca panas dan minim hujan melanda sebagian daerah.
Selain pemantauan satelit, koordinasi lintas sektor juga terus dilakukan untuk memastikan penanganan dini apabila hotspot berkembang menjadi titik api aktif.
Pemerintah daerah dan tim penanggulangan karhutla diimbau meningkatkan patroli lapangan, khususnya di kawasan rawan kebakaran yang memiliki lahan gambut.