PEKANBARU – Cuaca panas yang mulai melanda sejumlah wilayah di Provinsi Riau membuat pemerintah daerah meningkatkan langkah mitigasi guna mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pemerintah Provinsi Riau melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran Riau memperkuat patroli, sosialisasi, serta pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Karhutla hingga tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan.
Langkah tersebut dilakukan menyusul kondisi cuaca panas yang mulai terasa dalam beberapa hari terakhir dan berpotensi memicu munculnya titik api baru di sejumlah daerah rawan karhutla.
Kepala Bidang BPBD Damkar Riau, Jim Ghafur, mengatakan pemerintah daerah terus mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Menurutnya, kebakaran lahan yang awalnya kecil dapat dengan cepat membesar ketika cuaca panas disertai angin kencang.
“Kami mengimbau masyarakat jangan pernah membuka lahan menggunakan api. Dampaknya sangat besar, mulai dari gangguan kesehatan, kerugian ekonomi, hingga mencoreng citra Riau di tingkat nasional,” ujarnya, Rabu (27/5/2026).
Selain memperkuat sosialisasi, BPBD Damkar Riau juga meminta seluruh pemerintah kabupaten dan kota meningkatkan kesiapsiagaan personel serta peralatan penanggulangan karhutla.
Satgas hingga tingkat desa dinilai penting karena masyarakat menjadi pihak pertama yang mengetahui apabila terjadi kebakaran di wilayahnya.
“Tujuannya agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat jika sewaktu-waktu ditemukan titik api,” jelas Jim.
Ia menambahkan, keberadaan satgas di lapangan menjadi ujung tombak dalam upaya pencegahan, mitigasi, patroli, hingga penanganan awal karhutla sebelum api meluas.
Di tengah upaya mitigasi tersebut, BPBD Damkar Riau mencatat kebakaran hutan dan lahan masih terjadi di dua titik di Kabupaten Rokan Hilir.
Meski demikian, petugas gabungan saat ini terus melakukan proses pemadaman dan pendinginan di lokasi untuk mencegah api kembali membesar.
“Kondisi karhutla di Riau secara umum masih terkendali, namun kewaspadaan tetap ditingkatkan mengingat cuaca panas diperkirakan masih berlangsung di beberapa wilayah,” katanya.