PEKANBARU – Aktivitas titik panas di Pulau Sumatera masih terpantau meski tidak dalam jumlah besar. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mencatat total 38 hotspot terdeteksi hingga Minggu (10/5/2026) sore.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Yasir menyebutkan, titik panas tersebar di sejumlah provinsi dengan konsentrasi terbesar berada di wilayah Sumatera Selatan.
“Total hotspot wilayah Sumatera sore ini mencapai 38 titik yang tersebar di beberapa provinsi,” ujar Yasir.
Berdasarkan pemantauan satelit, Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah hotspot terbanyak.
Kondisi ini menjadi perhatian karena wilayah tersebut kerap menjadi salah satu daerah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sebaran hotspot Sumatera meliputi Aceh 1 titik, Jambi 10 titik, Sumatera Selatan 17 titik, Sumatera Barat 4 titik, Bangka Belitung 2 titik, Bengkulu 1 titik dan Riau 3 titik.
Jumlah tersebut menunjukkan aktivitas panas masih muncul sporadis di beberapa wilayah, terutama di provinsi yang memiliki lahan gambut luas.
Untuk Provinsi Riau, BMKG mendeteksi 3 titik panas yang tersebar di Kabupaten Pelalawan 1 titik, Kabupaten Rokan Hilir 1 titik dan Kabupaten Siak 1 titik.
Meski jumlahnya relatif kecil dibanding provinsi lain, potensi kebakaran tetap harus diantisipasi karena kondisi cuaca kering dapat mempercepat penyebaran api.
“Hotspot di Riau masih terpantau tiga titik. Pemantauan terus dilakukan untuk mengantisipasi potensi karhutla,” jelas Yasir.