PEKANBARU – Pemprov Riau menegaskan komitmennya memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui program Beasiswa Riau.
Pada tahun anggaran 2026, dana sebesar Rp62 miliar dialokasikan untuk membantu 3.644 mahasiswa melanjutkan pendidikan tinggi.
Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, saat menghadiri wisuda ke-30 Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), Sabtu (9/5/2026).
Menurut Syahrial, beasiswa tidak dipandang sebagai bantuan sosial semata, melainkan strategi investasi jangka panjang bagi pembangunan daerah.
“Beasiswa bukan sekadar bantuan pendidikan, melainkan investasi pembangunan daerah agar sebanyak-banyaknya anak Riau memperoleh kesempatan pendidikan yang lebih baik dan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja,” ujarnya.
Program beasiswa menjadi bagian penting dari implementasi RPJMD Riau, khususnya target ambisius menghadirkan satu sarjana di setiap rumah tangga.
Meski demikian, Syahrial mengakui bahwa anggaran APBD saja belum cukup untuk mengejar target tersebut.
“Enam puluh dua miliar mungkin angka yang kecil karena bersumber dari APBD. Janji satu rumah satu sarjana tentu tidak bisa tercapai hanya dengan pemberian Rp62 miliar untuk beasiswa saja,” katanya.
Karena itu, pemerintah daerah mendorong sinergi lintas sumber pendanaan, termasuk dukungan APBN dan lembaga pemerintah lainnya.
Upaya kolaboratif mulai menunjukkan hasil. Salah satunya melalui program beasiswa Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) sawit.
Dari total kuota nasional 4.000 penerima, sebanyak 1.341 mahasiswa berasal dari Riau.
“Artinya, anak-anak Riau bisa mendapatkan beasiswa biaya hidup, biaya kos, termasuk biaya pendidikan lainnya,” jelas Syahrial.
Capaian ini dinilai sebagai bukti bahwa kolaborasi menjadi kunci memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda.
Pemerintah Provinsi Riau berharap semakin banyak pelajar melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi sehingga mampu menjawab kebutuhan pembangunan daerah di masa depan.
“Sehingga kualitas sumber daya manusia di daerah terus meningkat dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan di masa depan,” tutupnya.