PEKANBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru merilis informasi terkini terkait sebaran titik panas (hotspot) di wilayah Sumatera. Berdasarkan pemantauan satelit terdeteksi 228 hotspot di seluruh Pulau Sumatera.
Provinsi Riau menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 119 hotspot. Hampir seluruh kabupaten/kota di Riau terdeteksi hotspot.
Indah, petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, menjelaskan bahwa peningkatan signifikan jumlah hotspot ini perlu menjadi perhatian serius semua pihak, khususnya dalam mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap terjadi saat musim kemarau.
"Sebaran titik panas di Riau hari ini paling terdampak adalah Kabupaten Rokan Hilir dan Rokan Hulu," ujarnya, Kamis sore (24/7/2025).
Rincian sebaran hotspot di Riau, yakni Kabupaten Rokan Hilir 41 titik dan Rokan Hulu 40 titik. Kemudian Pelalawan 11 titik, Kampar 6 titik, Bengkalis 7 titik, Kota Dumai 5 titik, Indragiri Hilir 4 titik, Siak 2 titik, Kepulauan Meranti 1 titik, Indragiri Hulu 1 titik, dan Kota Pekanbaru 1 titik.
Sementara itu, beberapa provinsi lain di Sumatera juga mengalami peningkatan hotspot, antara lain Sumatera Utara (47 titik), Sumatera Selatan (23 titik), dan Jambi (22 titik).
BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan dan selalu waspada terhadap potensi karhutla. Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan langkah-langkah mitigasi, termasuk patroli udara dan darat serta sosialisasi kepada warga.
Editor: Riki