JAKARTA - Pebalap Indonesia Veda Ega Pratama harus memulai balapan Moto3 San Marino 2026 dari posisi ke-16 setelah belum mampu menembus 15 besar pada sesi kualifikasi di Sirkuit Misano, Sabtu (12/9/2026) malam WIB.
Veda Ega mencatat waktu terbaik 1 menit 42,041 detik bersama Honda Team Asia. Catatan tersebut terpaut 1,429 detik dari David Almansa yang merebut posisi terdepan setelah membukukan waktu 1 menit 40,612 detik.
Hasil tersebut menempatkan Veda Ega di baris keenam starting grid. Posisi ini membuat pebalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, tersebut memiliki pekerjaan lebih berat pada balapan utama untuk memangkas jarak dari kelompok depan.
Almansa akan mengawali balapan dari pole position. Ia ditemani Brian Uriarte dan Joel Kelso di baris pertama.
Sementara itu, baris kedua ditempati Valentin Perrone, Maximo Quiles, dan Matteo Bertelle.
Dari jalannya kualifikasi, Veda Ega juga belum mendapatkan kesempatan mencatat banyak putaran. Ia hanya menyelesaikan enam lap sepanjang sesi.
Meski demikian, kecepatan puncak Veda Ega mencapai 210,9 kilometer per jam. Angka tersebut menunjukkan potensi kecepatan lurus yang cukup kompetitif, meski belum mampu diterjemahkan menjadi posisi start yang lebih tinggi.
Dengan posisi ke-16, fokus Veda Ega pada balapan Moto3 San Marino bukan hanya mempertahankan posisi, tetapi juga mencari celah untuk segera masuk ke dalam persaingan grup depan sejak lap-lap awal.
Persaingan Moto3 yang berlangsung dalam rombongan rapat membuat strategi, pemilihan racing line, serta kemampuan menjaga ritme menjadi faktor penting.
Posisi start yang berada di luar 15 besar juga membuka peluang terjadinya pertarungan panjang bagi Veda Ega untuk memperbaiki posisi sepanjang balapan.
Bagi pebalap Indonesia tersebut, hasil kualifikasi di Misano menjadi modal evaluasi sebelum menjalani balapan utama.
Dengan kecepatan maksimal 210,9 km/jam, peluang untuk memperbaiki posisi tetap terbuka apabila Veda Ega mampu menjaga konsistensi dan memanfaatkan pertarungan antarrider di depannya.