ARAGON - Pembalap muda Maximo Quiles sukses mengunci podium tertinggi pada balapan Moto3 Aragon 2026 yang berlangsung hari Minggu (30/8/2026) sore WIB.
Quiles finis terdepan usai menaklukkan rival terberatnya, David Almansa dan Marco Morelli.
Di sisi lain, pembalap kebanggaan Indonesia, Veda Ega Pratama, harus puas menyudahi balapan di posisi ke-20 setelah sempat menunjukkan perlawanan sengit di pertengahan laga.
Balapan di Sirkuit MotorLand Aragon ini langsung memanas sejak lampu merah padam.
Fokus utama langsung tertuju pada perebutan posisi di grup terdepan dan laju impresif pembalap muda Indonesia yang berusaha memecah kebuntuan dari barisan belakang.
Sejak putaran pertama, David Almansa langsung tancap gas mengambil alih pimpinan balapan.
Ia dibayangi ketat oleh Maximo Quiles dan Marco Morelli yang konsisten menguntit di grup terdepan.
Titik balik bagi Quiles terjadi ketika balapan memasuki putaran ke-10. Melalui manuver yang presisi, ia berhasil menyalip Almansa dan merebut posisi terdepan.
Almansa sejatinya tidak menyerah begitu saja. Di tiga putaran terakhir, ia menekan motornya hingga batas maksimal demi memangkas jarak 0,9 detik dari Quiles.
Meski jarak mereka sempat sangat rapat di sektor-sektor krusial, pertahanan solid Quiles membuatnya tak tersentuh hingga garis finis.
Quiles keluar sebagai kampiun, disusul Almansa di posisi kedua, dan Morelli yang melengkapi formasi tiga besar.
Sementara itu, sorotan khusus patut diberikan kepada jagoan Tanah Air, Veda Ega Pratama.
Memulai balapan dari posisi grid ke-22, Veda menunjukkan nyali besar di awal laga. Selepas start, ia langsung melesat naik tiga setrip ke posisi 19.
Agresivitas Veda terus membuahkan hasil. Pada lap ketiga, ia sudah merangsek ke peringkat 17.
Keberuntungan juga sempat berpihak padanya saat pembalap Jesus Rios terjatuh, yang otomatis mendongkrak posisi Veda hingga menyentuh urutan ke-15 pada akhir putaran keenam.
Sayangnya, konsistensi ritme balap menjadi kendala di paruh kedua balapan. Veda sempat melorot dua posisi, walau sempat merebut kembali urutan ke-16 di lap ke-10.
Petaka datang di lima putaran terakhir, kehilangan momentum membuat Veda terlempar ke posisi 20, dan bahkan sempat kembali menyentuh posisi asalnya di urutan 22 sebelum akhirnya mengamankan garis finis di posisi ke-20.
Selain duel papan atas dan perjuangan Veda, Moto3 Aragon kali ini juga diwarnai sejumlah drama.
Brian Uriarte yang sempat bertarung di barisan lima besar bersama Alvaro Carpe harus menelan pil pahit.
Akibat terkena penalti long lap, posisi Uriarte merosot tajam dan memaksanya finis di luar radar persaingan podium utama, yakni di posisi ke-10.
Hasil ini mengubah susunan klasemen sementara Moto3 dan membuktikan betapa sulitnya menjaga manajemen ban serta konsistensi di sirkuit sepanjang 5,07 kilometer tersebut.