SACHSENRING - Pebalap muda Spanyol, Brian Uriarte tampil impresif dengan mengamankan pole position Moto3 Grand Prix Jerman 2026 usai menjadi yang tercepat pada sesi kualifikasi di Sirkuit Sachsenring, Sabtu (11/7/2026).
Di sisi lain, harapan Indonesia Veda Ega Pratama harus puas memulai balapan dari grid ke-13.
Meski demikian, posisi tersebut masih membuka peluang bagi Veda untuk menembus zona poin jika mampu tampil konsisten sepanjang balapan.
Uriarte mendominasi sesi penentuan grid sejak awal. Ia sempat mencatatkan waktu 1 menit 25,225 detik sebelum mempertajam catatannya menjadi 1 menit 24,880 detik pada empat menit terakhir sesi kualifikasi.
Catatan tersebut tidak mampu dikejar para rivalnya hingga bendera finis dikibarkan.
Brian Uriarte mengukuhkan posisinya di puncak setelah memperbaiki waktu menjadi 1 menit 24,880 detik pada akhir sesi kualifikasi.
Pebalap Morelli mengamankan posisi kedua dengan selisih tipis 0,024 detik dari Uriarte.
Sementara pembalap Malaysia Hakim Danish melengkapi barisan start terdepan setelah mencatatkan waktu tercepat ketiga.
Berbeda dengan performanya saat sesi latihan (Practice), Veda Ega Pratama mengalami tantangan lebih besar pada sesi kualifikasi.
Pebalap asal Indonesia itu sempat tertinggal lebih dari satu detik dari catatan terbaik Uriarte.
Namun menjelang akhir sesi, Veda berhasil memperbaiki performanya dan memangkas selisih waktu menjadi sekitar 0,6 detik, sehingga naik ke posisi ke-13.
Hasil tersebut membuat Veda akan memulai balapan dari baris kelima.
Veda Ega Pratama berhasil memperbaiki catatan waktunya pada akhir sesi sehingga naik ke posisi ke-13 untuk start balapan Moto3 Jerman 2026.
Balapan di Sachsenring menjadi kesempatan penting bagi Veda Ega Pratama untuk mengakhiri tren yang kurang memuaskan dalam beberapa seri terakhir.
Pada tiga putaran sebelumnya, performa Veda belum konsisten. Ia finis di posisi ke-16 pada balapan utama GP Hungaria sehingga gagal meraih poin, kemudian bangkit dengan finis kelima di GP Brno, sebelum gagal menyelesaikan balapan (retired) pada GP Belanda.
Start dari posisi ke-13 memang bukan situasi ideal. Namun karakter Sirkuit Sachsenring yang kerap menghadirkan persaingan ketat di kelompok depan memberi peluang bagi Veda untuk melakukan manuver dan memperbaiki posisinya sepanjang balapan.