PEKANBARU - Lanskap kuliner di Kota Bertuah kembali bergeliat. Menolak pasrah pada gempuran tren makanan instan dan barat, Hotel Aryaduta Pekanbaru mengambil langkah berani dengan merilis program kuliner nasional bertajuk "Sapta Rasa".
Inisiatif ini bukan sekadar menambah daftar menu di restoran hotel, melainkan sebuah gerakan kebudayaan untuk membawa cita rasa otentik Nusantara naik kelas lewat presentasi modern.
Melalui program ini, Aryaduta Pekanbaru mengurasi enam menu signature, terdiri dari tiga makanan utama dan tiga minuman yang dirancang khusus memikat lidah generasi masa kini tanpa kehilangan ruh tradisinya.
Di balik kepulan asap dapur hotel, tim kuliner yang dipimpin Chef Sanusi bekerja keras memastikan setiap bumbu meresap sempurna.
Ia menjelaskan, kunci dari program Sapta Rasa ini adalah konsistensi rasa otentik yang dikemas secara estetik.
"Kami ingin tamu tidak hanya sekadar kenyang, tapi merasakan pengalaman emosional lewat makanan," ujar Chef Sanusi.

"Proses memasak seperti Sop Buntut APK kami lakukan dengan teknik presisi agar dagingnya lembut namun kaldunya tetap kaya rempah dan comforting," sambungnya.
Bagi pecinta kuliner Sumatra, Aryaduta menghadirkan Dendeng Batokok seharga Rp120 ribu dengan karakter sambal yang pedas aromatik.
Tak ketinggalan, Martabak Mesir seharga Rp59 ribu ikut disajikan sebagai pilihan appetizer renyah berbumbu tebal khas Timur Tengah yang akrab di lidah lokal.
Namun, primadona utama yang dinilai paling mewakili identitas daerah tetap jatuh pada menu berkuah legendaris mereka, yakni Sop Buntut APK seharga Rp179 ribu.
Tidak lengkap rasanya jika hidangan berat tidak ditutup dengan minuman yang menggugah indra perasa.
Di sinilah tim Food & Beverage yang diwakili Diki mengambil peran penting. Mereka memadukan unsur tradisional Melayu dengan teknik meracik minuman modern.
Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah Es Laksamana Mengamuk seharga Rp45 ribu.
Minuman tradisional khas Riau berbahan dasar mangga kweni ini diinterpretasikan ulang dengan tampilan yang lebih elegan dan menyegarkan.

"Kami mempertahankan karakter lokal yang kuat dari Es Laksamana Mengamuk, namun visual dan keseimbangan rasanya kami tingkatkan agar masuk ke selera pasar yang lebih luas, termasuk wisatawan luar kota," kata Diki.
Bagi mereka yang mencari ketenangan setelah seharian beraktivitas, Aryaduta menawarkan Capucino Ginger seharga Rp40 ribu, sebuah eksperimen berani yang memadukan kopi espresso lembut dengan kehangatan jahe alami.
Sementara bagi pemburu kesegaran visual, Blue Sunrise Lagoon Rp52 ribu hadir membawa kombinasi rasa buah yang ringan dan ceria.
Peluncuran kampanye dengan jargon “Taste of Indonesia, Elevated” ini mempertegas posisi Aryaduta Pekanbaru yang tidak lagi sekadar menjadi tempat menginap, melainkan destinasi wisata kuliner utama di Pekanbaru.
Manajemen hotel optimistis bahwa kurasi bahan baku berkualitas tinggi dan narasi kuat di setiap piring akan menarik perhatian, baik dari masyarakat lokal maupun tamu in-house.
Sapta Rasa menjadi bukti nyata bahwa kuliner tradisional Indonesia punya ruang VIP di era modern jika dikelola dengan kreativitas tanpa batas.