www.halloriau.com


Ekonomi
BREAKING NEWS :
Paripurna HUT ke-240 Pekanbaru, Ini Harapan Pj Wako Risnandar Mahiwa
 
Wasiat Terakhir Rasulullah sebelum Berpulang ke Rahmatullah
Jumat, 22 September 2023 - 06:17:45 WIB

RABIUL Awal menjadi bulan kebahagiaan namun juga kesedihan mendalam bagi umat Islam. Pada tanggal 12, Rasulullah SAW lahir dan pada tanggal itu, tepat di usia 63 tahun beliau wafat. Baginda Nabi SAW meninggalkan wasiat kepada umatnya sebelum berpulang.

Kisah menjelang wafatnya Rasulullah SAW dan pesan-pesan terakhir beliau banyak diceritakan dalam sejumlah riwayat dan kitab-kitab Tarikh maupun Sirah Nabawiyah.

Diceritakan dalam Washaaya wa 'Izhaat Qiilat fi Aakhiril-Hayaat karya Zuhair Mahmud al-Humawi, kala itu hari Rabu, lima hari sebelum Rasulullah SAW berpulang ke Rahmatullah, sakit beliau bertambah parah, suhu badannya tinggi. Beliau merasakan sakit yang amat dahsyat.

Rasulullah SAW sempat tak sadarkan diri untuk beberapa saat. Setelah siuman, beliau bersabda,

"Tuanglah air dari tujuh kantong air yang diisi dari berbagai sumur ke atas badanku. Mudah-mudahan aku sanggup keluar menemui orang-orang dan menyampaikan wasiatku kepada mereka."

Beliau kemudian didudukkan dan tubuh beliau disiram air tersebut. Setelah merasa badannya menjadi segar, dengan kepala terikat kain, beliau masuk masjid menuju mimbar. Kemudian, beliau menyampaikan sejumlah wasiat.

Di antara wasiat beliau adalah sebagai berikut,

"Aku wasiatkan kepada kalian agar selalu bersikap baik kepada orang Anshar! Mereka adalah teman kepercayaan dan orang dekatku. Mereka telah menunaikan segala yang wajib mereka laksanakan dan yang tersisa hanyalah apa yang harus mereka terima. Oleh karena itu, sambunglah dengan baik apa yang datang dari orang baik mereka, dan maafkanlah orang yang tidak baik di antara mereka!"

Dalam riwayat lain beliau SAW bersabda,

"Orang-orang akan bertambah banyak, sementara orang-orang Anshar semakin menciut jumlahnya sehingga mereka umpama garam dalam makanan. Barang siapa di antara kalian mengurusi suatu perkara yang memudharatkan atau memberikan manfaat kepada seseorang, hendaklah ia menyambut (segala sesuatu yang datang) dari orang yang baik di antara mereka, dan memaafkan orang yang jahat di antara mereka." (HR Bukhari)

Kemudian Rasulullah SAW bersabda,

"Sesungguhnya seorang hamba telah diperintahkan oleh Allah untuk memilih yang diberikan oleh Allah kepadanya, yaitu antara bunga dunia berapa pun yang disukainya atau apa yang ada di sisi-Nya. Maka hamba itu memilih apa yang ada di sisi Allah."

Pada hari-hari setelahnya, keempat, ketiga, kedua, hingga tiba hari terakhir mengemban amanah di dunia, Rasulullah SAW menyampaikan sejumlah wasiat kepada umat Islam. Wasiat terakhir Rasulullah SAW adalah salat.
Jagalah Salat! Jagalah Salat!

Di atas pembaringan, Rasulullah SAW berwasiat kepada seluruh umatnya, "Jagalah salat! Jagalah salat!" (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Adnan Hasan Shalih Baharits, penulis buku Mas'uuliyyatul Abilmuslimi fi Tarbiyatil Waladi fi Marhalati Aththufuulah, mengatakan bahwa hadits tersebut menunjukkan betapa pentingnya kedudukan salat dalam Islam, lantaran Rasulullah SAW menjadikannya sebagai wasiat terakhir tatkala hendak berpulang ke haribaan Allah.

Ulama Syafi'iyyah Sayyid Sabiq dalam kitab Fiqh Sunnah-nya turut menukil riwayat yang menerangkan wasiat terakhir Rasulullah SAW. Diceritakan, pada saat akan menghembuskan nafas terakhir, Rasulullah SAW bersabda,

الصَّلَاةُ، اَلصَّلَاةُ، وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ

Artinya: "Salat, salat, dan apa yang menjadi tanggung jawab kalian semua..."

Sayyid Sabiq menerangkan, salat merupakan hal terakhir yang akan hilang dari agama Islam. Jika salat tiada, maka Islam pun sirna. Rasulullah SAW bersabda,

لَيُنْقَضَنَّ عُرَى الْإِسْلَامِ عُرْوَةً عُرْوَةً فَكُلَّمَا انْتَقَضَتْ عُرْوَةٌ تَشَبَّثَ النَّاسُ بِالَّتِي تليهَا وَأَوَّهُنَّ نَقْضًا الْحُكمُ وَآخِرُهُنَّ الصَّلَاةُ

Artinya: "Tali (jati diri) Islam akan sirna sedikit demi sedikit. Setiap kali satu tali hilang, maka manusia akan bergantung kepada tali selanjutnya. Tali pertama yang akan hilang adalah hukum, dan tali yang terakhir adalah salat.", seperti yang dilansir dari detik. (*)



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: [email protected]
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Paripurna HUT ke-240 Kota Pekanbaru.(foto: meri/halloriau.com)Paripurna HUT ke-240 Pekanbaru, Ini Harapan Pj Wako Risnandar Mahiwa
Kampus Unri.(foto: int)Jika Lebihi Kuota, Unri Terapkan Nilai UTBK untuk Seleksi Jalur Mandiri PBUG/PBM 2024/2025
Hujan ringan di Riau hari ini.(ilustrasi/int)Prakiraan Cuaca Riau Hari ini: Hujan Ringan di Beberapa Wilayah
  Ramalan zodiak hari ini.(ilustrasi/int)Ramalan Zodiak Hari ini 24 Juni 2024: Hati-hati dengan Rongrongan Orang Terdekat
Titik panas di Sumatera.(ilustrasi/int)47 Hotspot Menyala di Sumatera Pagi ini, Riau Nihil Titik Panas
ilustrasi: Missed Call.Jangan Telepon Balik Missed Call dari Nomor Ini!
Komentar Anda :

 
Potret Lensa
Salad Idul Adha di Masjid Awaluddin
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2024 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved