PEKANBARU – Rencana pembangunan jalan tol yang menghubungkan Pekanbaru dengan Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) mulai mendapat perhatian pemerintah pusat.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Republik Indonesia, Dody Hanggodo menyatakan, pihaknya akan mengkaji peluang pembangunan infrastruktur strategis tersebut.
Wacana itu disampaikan Dody saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kuansing, Selasa (4/8/2026).
Dalam agenda tersebut, ia meninjau persiapan peresmian jaringan irigasi persawahan di Desa Pulau Komang, Kecamatan Sentajo Raya, sekaligus melihat progres pembangunan Sekolah Rakyat.
Menurut Dody, peningkatan konektivitas antara Pekanbaru dan Kuansing berpotensi memberikan dampak luas bagi mobilitas masyarakat serta aktivitas ekonomi.
Infrastruktur transportasi yang lebih baik juga dinilai dapat memperkuat posisi Kuansing sebagai salah satu daerah tujuan wisata budaya di Riau.
“Kami akan mengkaji pembangunan jalan tol Pekanbaru–Kuansing. Akses yang lebih baik akan mempercepat mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, serta mendukung Pacu Jalur sebagai agenda budaya nasional yang memiliki daya tarik luar biasa,” ujarnya.
Pembangunan jalan tol tidak hanya dikaitkan dengan kebutuhan transportasi. Pemerintah melihat konektivitas tersebut dapat menjadi salah satu penopang pengembangan ekonomi dan pariwisata Kuansing.
Setiap pelaksanaan Pacu Jalur, Teluk Kuantan menjadi pusat perhatian masyarakat dari berbagai daerah.
Kehadiran akses transportasi yang lebih cepat dan efisien diharapkan dapat meningkatkan kemudahan perjalanan wisatawan sekaligus memperlancar distribusi berbagai kebutuhan selama agenda budaya tersebut berlangsung.
Dody menilai pembangunan infrastruktur jalan memiliki peran penting dalam membuka akses ekonomi baru.
Konektivitas yang semakin baik dapat memperbesar peluang investasi, memperlancar distribusi komoditas pertanian, serta meningkatkan pergerakan wisatawan menuju Kuansing.
“Peningkatan konektivitas merupakan salah satu kunci percepatan pembangunan daerah,” sebutnya.
Ia juga menyoroti kondisi lalu lintas yang ditemuinya selama perjalanan dari Pekanbaru menuju Teluk Kuantan.
Menurutnya, tingginya aktivitas kendaraan angkutan, khususnya truk dengan muatan berlebih atau over dimension over loading (ODOL), menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian.
“Saya melihat banyak kali truk ODOL, over kapasitas yang lewat. Jalannya pun sempit,” ucapnya.
Kondisi tersebut menjadi gambaran tantangan infrastruktur yang dihadapi pada jalur Pekanbaru-Teluk Kuantan.
Selain meningkatkan risiko kerusakan jalan, keberadaan kendaraan ODOL juga dapat memengaruhi kelancaran lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan.
Dalam kunjungan yang sama, Menteri PU turut meninjau pembangunan Sekolah Rakyat yang pembiayaannya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Dody menyampaikan, progres pembangunan fisik sekolah tersebut telah mencapai sekitar 90 persen. Pemerintah menargetkan fasilitas pendidikan itu dapat diresmikan pada 14 Agustus 2026.
“Kondisi fisik bangunan saat ini sudah sekitar 90 persen dan ditargetkan dapat diresmikan pada 14 Agustus 2026,” ujarnya.
Kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan sekaligus menghadirkan fasilitas belajar yang lebih memadai bagi masyarakat.
Plt Bupati Kuansing, H Muklisin, menyambut positif rencana pemerintah pusat untuk mengkaji pembangunan tol Pekanbaru-Kuansing.
Ia menyebut konektivitas tersebut telah lama menjadi harapan masyarakat karena dapat memangkas hambatan mobilitas menuju ibu kota Provinsi Riau.
Menurut Muklisin, apabila rencana tersebut terealisasi, manfaatnya tidak hanya dirasakan dalam sektor transportasi.
Infrastruktur tol juga diyakini mampu menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi, investasi, pariwisata, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi perhatian Bapak Menteri PU. Jika rencana ini dapat terwujud, tentu akan menjadi lompatan besar bagi pembangunan Kuansing," ucap H Muklisin.
"Selain mendukung Pacu Jalur, jalan tol ini akan mempercepat pertumbuhan ekonomi, investasi, dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.