www.halloriau.com


Ekonomi
BREAKING NEWS :
DPRD Pekanbaru Ingatkan PUPR, Perbaikan Jalan dan Drainase Jangan Asal Kejar Target
 
Wilmar Raup Laba Rp4,7 Triliun, di Tengah Sorotan Karhutla dan Ekspor Sawit ke Israel
Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:34:16 WIB
ilustrasi.
ilustrasi.

SINGAPURA - Wilmar International, raksasa agribisnis berbasis di Singapura yang memiliki operasi perkebunan dan pengolahan kelapa sawit berskala luas di Indonesia, kembali membukukan laba ratusan juta dolar AS.

Kinerja keuangan tersebut tercatat ketika perusahaan menghadapi sorotan terkait kebakaran lahan di Indonesia. Pada saat yang sama, perdagangan minyak sawit Indonesia ke Israel tetap berlangsung.

Wilmar membukukan laba bersih sebesar 281 juta dolar AS atau sekitar Rp4,7 triliun pada kuartal III 2026 yang berakhir pada 30 September. Capaian ini berbalik dari kerugian bersih sebesar 347,7 juta dolar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Mengutip laporan The Business Times, Rabu (28/10/2026), kerugian Wilmar pada kuartal III 2025 terutama dipicu pembayaran kompensasi sebesar 712,3 juta dolar AS kepada pemerintah Indonesia.

Karena itu, perubahan dari rugi menjadi laba perlu dicermati dengan mempertimbangkan besarnya kompensasi tersebut. Jika biaya kompensasi satu kali itu dikeluarkan dari perhitungan, laba bersih Wilmar pada kuartal III 2026 justru turun 22,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dari 364,6 juta dolar AS menjadi 281 juta dolar AS.

Sementara itu, laba bersih inti perusahaan turun 25,2 persen menjadi 267,3 juta dolar AS. Di sisi lain, pendapatan Wilmar meningkat 13,6 persen menjadi 21,7 miliar dolar AS, dibandingkan 19,1 miliar dolar AS pada kuartal III 2025.

Sepanjang Januari-September 2026, Wilmar mencatatkan laba bersih sebesar 889,9 juta dolar AS, melonjak 259,9 persen dibandingkan 247,3 juta dolar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan selama sembilan bulan tersebut juga meningkat 15,9 persen menjadi 60,2 miliar dolar AS.

Kinerja tersebut ditopang sejumlah lini usaha, termasuk bisnis minyak tropis dan perkebunan kelapa sawit. Wilmar menyatakan bisnis perkebunannya memperoleh manfaat dari peningkatan volume produksi dan stabilnya harga minyak sawit.

Wilmar Dimintai Keterangan Terkait Kabut Asap

Di tengah perbaikan kinerja keuangan, Wilmar turut menjadi salah satu perusahaan yang dimintai keterangan oleh otoritas Singapura terkait kabut asap lintas batas yang menyelimuti negara tersebut.

Badan Lingkungan Nasional Singapura (National Environment Agency/NEA) pada 23 Oktober menerbitkan pemberitahuan kepada 10 perusahaan terdaftar di Singapura, termasuk Wilmar International.

Otoritas meminta informasi mengenai konsesi lahan perusahaan di Indonesia, hubungan korporasi, serta langkah-langkah pencegahan dan penanganan kebakaran.

Pemberitahuan tersebut diterbitkan berdasarkan Undang-Undang Pencemaran Kabut Asap Lintas Batas Singapura. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah Singapura menelusuri kemungkinan keterkaitan aktivitas perusahaan dengan kebakaran lahan yang memicu kabut asap.

Selain itu, Wilmar menerima permintaan keterbukaan informasi tambahan dari Singapore Exchange Regulation (SGX RegCo).

Regulator pasar modal Singapura tersebut meminta perusahaan perkebunan yang beroperasi di Indonesia menjelaskan kebijakan pemantauan, pencegahan, dan penanganan kebakaran. Perusahaan juga diminta menjelaskan dasar penilaiannya mengenai dampak kebakaran terhadap kegiatan bisnis.

Dalam keterbukaan informasi terpisah, Wilmar mengungkapkan bahwa kepolisian Indonesia sedang melakukan penyelidikan awal terkait kebakaran yang berdampak pada sekitar 28 hektare lahan perkebunan milik anak perusahaannya di Kalimantan Barat.

Wilmar menyatakan telah bekerja sama dengan aparat penegak hukum. Berdasarkan pemeriksaan internal perusahaan, api disebut berasal dari luar batas konsesi atau area yang tidak ditanami, termasuk lahan yang dikelola masyarakat dan kawasan konservasi dalam pengelolaannya.

Perusahaan menyatakan tidak menemukan bukti bahwa kebakaran tersebut berkaitan dengan aktivitas persiapan atau pembukaan lahan.

Wilmar juga memperkirakan kerugian akibat kebakaran yang melibatkan tanaman dan pohon kelapa sawit tersebut kurang dari 500 ribu dolar AS.

Namun, permintaan informasi dan penyelidikan tersebut belum dengan sendirinya membuktikan bahwa Wilmar menjadi penyebab kebakaran. Perusahaan juga menyatakan tidak memiliki hubungan operasional, rantai pasok, ataupun bisnis dengan 10 perusahaan Indonesia yang sebelumnya menerima pemberitahuan tindakan pencegahan dari NEA.

Ekspor Sawit Indonesia ke Israel Tetap Berlangsung

Sorotan terhadap Wilmar berlangsung bersamaan dengan perdebatan mengenai perdagangan minyak sawit Indonesia ke Israel, meskipun kedua negara tidak memiliki hubungan diplomatik resmi.

Penelusuran Republika terhadap data Kementerian Pertanian yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) menemukan bahwa ekspor sawit Indonesia ke Israel tetap berlangsung dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2023, ekspor sawit Indonesia ke Israel tercatat sekitar 29.605 ton dengan nilai 28,06 juta dolar AS. Pada 2024, volumenya turun menjadi sekitar 22.357 ton dengan nilai 22,46 juta dolar AS.

Pada 2025, volume ekspor kembali turun menjadi sekitar 19.487 ton. Namun, nilai ekspornya mencapai 22,63 juta dolar AS.

Sementara itu, sepanjang Januari-Agustus 2026, ekspor sawit Indonesia ke Israel tercatat sekitar 10.406 ton dengan nilai 12,34 juta dolar AS.

Penelitian Fidelis Adhiyatna Bagaskara dan Rizal Budi Santoso dari Universitas Widyatama yang terbit pada 2026 juga memperkirakan Indonesia memasok rata-rata 71,1 persen dari total impor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) Israel sepanjang 2020-2025.

Temuan tersebut menunjukkan posisi penting Indonesia dalam rantai pasok minyak sawit Israel. Meski demikian, data perdagangan bilateral tidak secara otomatis menunjukkan perusahaan yang melakukan transaksi, pembeli akhir, ataupun jalur fisik yang ditempuh setiap pengiriman.

Wilmar International merupakan perusahaan berbasis di Singapura yang menjalankan kegiatan perkebunan, pengolahan, dan perdagangan komoditas di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Kedudukan perusahaan di Singapura serta luasnya kegiatan usaha di Indonesia membuat keterbukaan informasi mengenai rantai pasok, tata kelola perkebunan, dan tujuan perdagangan menjadi isu penting bagi publik.

Sumber: republika


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Sekretaris Komisi IV DPRD Pekanbaru, H Roni Amriel, MH (foto/int)DPRD Pekanbaru Ingatkan PUPR, Perbaikan Jalan dan Drainase Jangan Asal Kejar Target
BYD Atto 1.Atto 1 Jadi Andalan, Penjualan BYD di Indonesia Capai 46.700 Unit
Kepala Dinas PUPR Pekanbaru, Edwar Riansyah (foto/int)PUPR Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan, Sisa 12 Km Ditargetkan Rampung Desember
  Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto.Masuki Musim Penghujan, SF Hariyanto Minta Warga Tak Abaikan Potensi Bencana
Marc dan Alex Marquez berjaya di Sepang, Malaysia (foto/Sc IG MotoGP)Marc Marquez Juara MotoGP Malaysia 2026, Pedro dan Alex Lengkapi Podium
Bambang Prayetno menyampaikan kata sambutan usai terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PWI Dumai Periode 2026-2029 pada Konferkot PWI Dumai (foto/ist)Wawako Sugiyarto Buka Konferkot PWI Dumai, Bambang Kembali Terpilih Aklamasi
Komentar Anda :

 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved