LIRIK – Upaya membangun kesadaran lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat terus diperkuat PT Pertamina EP (PEP) Lirik.
Melalui Program Kampung Iklim (PROKLIM) Desa Lambangsari V, perusahaan mengajak warga mempelajari secara langsung pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular di Bank Sampah Ibnu Al-Mubarok, Pekanbaru.
Kegiatan benchmarking yang digelar pada pertengahan Mei tersebut menjadi salah satu langkah strategis untuk mempersiapkan pembentukan Bank Sampah Desa Lambangsari V yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2026.
Rombongan terdiri dari Kepala Desa Lambangsari V bersama 13 anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati yang selama ini menjadi penerima manfaat Program Pengembangan Masyarakat (PPM) PROKLIM Desa Lambangsari V.
Program tersebut lahir dari kebutuhan nyata masyarakat terhadap solusi pengelolaan sampah yang lebih efektif.
Persoalan sampah di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) sebelumnya juga menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam berbagai forum diskusi pembangunan daerah, termasuk pembahasan terkait pengelolaan sumur tua.
Melihat kondisi tersebut, PT Pertamina EP Lirik berupaya menghadirkan program tanggung jawab sosial yang tidak hanya berorientasi pada lingkungan, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Selama ini, anggota KWT Melati telah aktif mengelola sampah organik melalui pemanfaatan biopori dan komposter.
Namun, pengelolaan sampah anorganik seperti plastik masih memerlukan peningkatan kapasitas dan keterampilan.
Karena itu, Bank Sampah Ibnu Al-Mubarok dipilih sebagai lokasi pembelajaran. Lembaga tersebut dinilai berhasil mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang mengintegrasikan aspek lingkungan, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat dalam satu ekosistem yang berkelanjutan.
Manager Community Involvement and Development Regional 1 PT Pertamina EP, Iwan Ridwan Faizal mengatakan, kegiatan benchmarking menjadi bagian penting dalam mempersiapkan masyarakat membangun sistem pengelolaan sampah yang mandiri dan bernilai ekonomi.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin masyarakat tidak hanya memahami bagaimana mengelola sampah, tetapi juga melihat bahwa sampah dapat menjadi sumber manfaat ekonomi apabila dikelola dengan baik," ujar Iwan.
"Program PROKLIM Desa Lambangsari V kami dorong agar mampu tumbuh menjadi gerakan lingkungan berbasis masyarakat yang mandiri dan berkelanjutan," sambungnya.
Menurutnya, pendekatan ekonomi sirkular menjadi fondasi utama dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan perusahaan.
Konsep tersebut dinilai mampu menekan persoalan lingkungan sekaligus menciptakan peluang usaha baru di tingkat desa.
"Kami berharap ke depan masyarakat dapat mengembangkan bank sampah yang tidak hanya fokus pada pengumpulan sampah, tetapi juga mampu menciptakan produk bernilai tambah, membangun jejaring pengelolaan sampah, serta mendukung terciptanya praktik zero waste di lingkungan masyarakat," tambahnya.
Selama kegiatan berlangsung, peserta memperoleh pemahaman mengenai tata kelola bank sampah, mulai dari proses pemilahan, pengumpulan, pencatatan hingga pengelolaan sampah yang memiliki nilai ekonomi.
Materi disampaikan oleh praktisi bank sampah, Rinwiningsih, yang membagikan pengalaman mengenai strategi pengelolaan sampah berbasis komunitas.
Tak hanya teori, peserta juga mengikuti pelatihan pembuatan ecoprint bersama Nurul dan Sugeng dengan memanfaatkan bahan organik menjadi produk kreatif yang memiliki nilai jual.
Peserta turut diajak meninjau langsung aktivitas pengelolaan sampah di kawasan agrowisata Bank Sampah Ibnu Al-Mubarok.
Kunjungan tersebut membuka wawasan mengenai bagaimana sampah dapat diolah menjadi sumber pendapatan sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan.
Kehadiran Purnama sebagai tamu dan calon pemateri pada kegiatan serupa berikutnya juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam pengembangan sistem pengelolaan sampah masyarakat di Kabupaten Indragiri Hulu.
Melalui benchmarking ini, warga tidak hanya memahami teknis operasional bank sampah, tetapi juga mempelajari konsep circular economy atau ekonomi sirkular yang menghubungkan berbagai sektor, mulai dari pertanian, perkebunan, perikanan hingga usaha mikro masyarakat dalam satu rantai pemanfaatan sumber daya yang minim limbah.
Program ini menjadi tahapan penting menuju pembentukan Bank Sampah Desa Lambangsari V yang akan dikembangkan melalui Program Pengembangan Masyarakat PT Pertamina EP Lirik.
Diharapkan, penguatan kapasitas masyarakat tersebut mampu menghadirkan solusi jangka panjang terhadap persoalan sampah sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga melalui aktivitas ekonomi produktif.
Melalui PROKLIM Desa Lambangsari V, PT Pertamina EP Lirik terus mendukung berbagai inisiatif pelestarian lingkungan, pengurangan emisi, pengelolaan sampah, serta peningkatan ketahanan masyarakat menghadapi dampak perubahan iklim.