www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Seleksi CPNS 2027, Pemerintah Pusat Diharapkan Beri Afirmasi Usia Guru PPPK Penuh Waktu
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


31 SPBU Sumbar Kena Sanksi Manipulasi Scan Barcode, Begini Modusnya!
Sabtu, 05 September 2026 - 21:42:28 WIB
SPBU manipulasi kode QR.(ilustrasi/int)
SPBU manipulasi kode QR.(ilustrasi/int)

JAKARTA - Sistem digitalisasi penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) melalui aplikasi Subsidi Tepat nyatanya masih rentan dibobol.

Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, sebuah fakta mengejutkan terungkap, sebanyak 31 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) terbukti melakukan praktik culas dan telah dijatuhi sanksi tegas oleh PT Pertamina Patra Niaga.

Darurat kebocoran kuota BBM subsidi ini bukan lagi sekadar kelalaian, melainkan indikasi manipulasi sistematis yang merampas hak masyarakat kecil.

Hasil investigasi lapangan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut mengungkap modus operandi yang terang-terangan melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP).

Di Kabupaten Pesisir Selatan, misalnya, tim pengawas memergoki taktik 'kucing-kucingan' oknum SPBU.

Mulai dari pengisian BBM ke kendaraan bodong yang tidak sesuai peruntukannya, pemalsuan data pelat nomor kendaraan yang tak sinkron dengan QR Code, hingga aksi curang transaksi pemindaian (scan) barcode yang dilakukan secara berulang untuk mengeruk kuota lebih banyak.

Menyikapi temuan fatal ini, Vice President Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora menegaskan, pihaknya tidak akan memberi ruang bagi mafia BBM bersubsidi.

"Setiap temuan kami tindak lanjuti melalui pemeriksaan, pembinaan, maupun sanksi sesuai ketentuan," ucap Kitty.

"Kami ingin memastikan tidak ada praktik yang tidak sesuai yang pada akhirnya mengurangi hak masyarakat yang berhak menerima BBM Subsidi," tegasnya.

Sanksi administratif dan pemblokiran penyaluran nyatanya dianggap belum cukup untuk memberikan efek jera.

Dalam langkah yang lebih agresif dan kritis, Pertamina kini melakukan 'pengambilalihan' paksa manajemen SPBU bermasalah melalui skema Kerja Sama Operasi (KSO) bersama Pertamina Retail.

Sepanjang tahun 2026 saja, dua SPBU nakal di wilayah Sumbar telah dieksekusi untuk masuk ke dalam sistem KSO ini, sementara satu SPBU lainnya tengah dalam proses peralihan.

Secara kumulatif, sudah ada enam SPBU di Sumbar yang tata kelolanya langsung 'disetir' oleh Pertamina akibat rentetan pelanggaran masa lalu.

"Penindakan bukan menjadi akhir dari proses. Kami juga melakukan evaluasi dan penguatan tata kelola agar standar operasional, kepatuhan, dan kualitas pelayanan SPBU terus meningkat," sebutntya.

"Dengan demikian, ketepatan sasaran dapat berjalan beriringan dengan pelayanan yang baik kepada konsumen," sambungnya.

Langkah pembersihan SPBU nakal ini tidak dilakukan Pertamina sendirian. Mereka kini berkoordinasi ketat dengan aparat penegak hukum dari Polda Sumbar serta jajaran Pemerintah Provinsi setempat untuk menutup celah penyelundupan BBM di jalur logistik.

Di tengah pengetatan ini, Pertamina juga menantang partisipasi aktif masyarakat. Warga yang melihat indikasi penimbunan, pelangsir berulang, atau petugas SPBU yang melayani pembelian subsidi menggunakan jerigen tanpa izin, didesak untuk segera melaporkan kejahatan tersebut melalui saluran Pertamina Contact Center di nomor 135.

"Pertamina berkomitmen menjaga penyaluran BBM Subsidi agar tepat sasaran. Kami akan terus memperkuat pengawasan dan mengambil tindakan sesuai ketentuan apabila ditemukan pelanggaran," pungkasnya.

Sumber: detik.com


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Ketua DPW Aliansi Merah Putih, Eko Wibowo (foto/ist)Seleksi CPNS 2027, Pemerintah Pusat Diharapkan Beri Afirmasi Usia Guru PPPK Penuh Waktu
Ist.BKawan BRK Syariah Dekatkan Layanan Keuangan ke Masyarakat Kepulauan Karimun
Tersangka SS saat diamankan di Mapolres Pelalawan.(foto: andi/halloriau.com)Diduga 4 Kali Cabuli Bocah, Seorang Karyawan di Pangkalan Kuras Dibui
Wakil Bupati Pelalawan, Husni Thamrin meninjau kesiapan personel Satlantas Polres Pelalawan.(foto: andi/halloriau.com)Bukan Sekadar Tilang, Ini Fokus Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 di Pelalawan
Tim FP GCN RPP melakukan pelatihan cara penggunaan dan jenis-jenis APAR serta pembuatan jalur evakuasi darurat kepada Tenaga Pengajar dan Peserta Didik SDN 02 Desa Kudap.GCN Latih Guru SDN 02 Kudap Gunakan APAR untuk Antisipasi Kebakaran
  Skuad PSPS Pekanbaru.(foto: mcr)PSPS Pekanbaru Gugat Denda Rp20 Juta dari PSSI, Ini Alasan Keberatannya
Marc Marquez.(foto: int)Marc Marquez Unggul 10 Poin, Tardozzi Ingatkan Ancaman Martin dan Bezzecchi
Wakil Ketua DPRD Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri.(foto: int)Jalan Rusak dan Banjir Prioritas APBD Pekanbaru 2027, Ini Program Lain yang Disiapkan
Sebaran titik panas di Sumatera sore ini.(foto: infografis/halloriau.com)Hujan Seharian, Riau Nihil Hotspot! BMKG Catat 108 Titik Panas di Sumatera Sore Ini
Honda Bikers Day 2026 di Ambarawa diikuti 32.214 bikers dari seluruh Indonesia. 32.214 Bikers Honda Satukan Semangat Persaudaraan dalam Honda Bikers Day 2026
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved