UJUNG TANJUNG – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bagansiapiapi memperkuat program pembinaan warga binaan dengan menggandeng Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Tanjung Melawan.
Kerja sama yang ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada Jumat (14/8/2026) ini membuka akses pendidikan kesetaraan sekaligus pelatihan keterampilan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Kesepakatan tersebut ditandatangani langsung oleh Kalapas Kelas IIA Bagansiapiapi, Agus Imam Taufik, bersama Kepala PKBM Tanjung Melawan, Kasmuri.
Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk memastikan warga binaan tetap memperoleh hak pendidikan selama menjalani masa pidana.
Kalapas Bagansiapiapi, Agus Imam Taufik menegaskan, pendidikan merupakan hak setiap warga negara, termasuk mereka yang sedang menjalani pembinaan di dalam lapas.
"Kerjasama ini untuk memastikan warga binaan tetap mendapatkan hak pendidikan dan ijazah kesetaraan. Ini modal penting agar setelah bebas nanti mereka memiliki kesiapan mental dan kualitas diri yang lebih baik," ujar Agus Imam Taufik.
Melalui kerja sama tersebut, warga binaan akan mendapatkan kesempatan mengikuti program pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C sesuai jenjang yang dibutuhkan.
Selain itu, tersedia pula program pemberantasan buta aksara, peningkatan literasi, hingga pelatihan keterampilan yang diharapkan mampu mendukung kemandirian setelah bebas.
Di sisi lain, Kepala PKBM Tanjung Melawan, Kasmuri menyatakan, pihaknya siap memberikan dukungan penuh terhadap program pembinaan yang dijalankan Lapas Bagansiapiapi.
"Kami siap mendukung penuh program pembinaan ini dengan menerjunkan tenaga pengajar terbaik. Tidak ada kata terlambat untuk belajar, dan kami ingin memastikan warga binaan bisa meraih ijazah kesetaraan demi masa depan mereka," ungkap Kasmuri.
Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembinaan yang lebih komprehensif, tidak hanya berorientasi pada pembinaan karakter, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia warga binaan.
Adapun ruang lingkup kerja sama meliputi penyelenggaraan pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C, program pemberantasan buta aksara, penguatan budaya literasi, serta pelatihan keterampilan dan kemandirian bagi warga binaan.