www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Pekanbaru dan Sejumlah Wilayah Riau Berpotensi Diguyur Hujan Lokal
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Heboh Kasus Lingkungan di Riau, PT Musim Mas Diduga Raup Untung dari Sempadan Sungai
Sabtu, 23 Mei 2026 - 08:05:00 WIB
ist.
ist.

JAKARTA – Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) mengapresiasi langkah Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau yang menetapkan PT Musim Mas sebagai tersangka korporasi dalam kasus dugaan tindak pidana lingkungan hidup.

Kasus tersebut berkaitan dengan aktivitas perkebunan kelapa sawit di kawasan sempadan Sungai Air Hitam, anak Sungai Nilo, di Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan.

Koordinator Jikalahari, Okto Yugo Setyo, menilai langkah penegakan hukum terhadap korporasi merupakan hal penting karena kasus perusakan lingkungan selama ini dinilai lebih sering menjerat pelaku lapangan dibanding perusahaan.

“Langkah Kapolda Riau melalui Ditreskrimsus ini sangat penting karena menyasar korporasi untuk menyelesaikan persoalan perusakan lingkungan hidup, khususnya hutan di sempadan sungai. Korporasi yang memperoleh keuntungan ekonomi jauh lebih besar dan menjadi penyebab utama kerusakan lingkungan jarang tersentuh,” ujar Okto, Jumat (22/5/2026).

Sebelumnya, Ditreskrimsus Polda Riau mengungkap adanya aktivitas budidaya kelapa sawit di kawasan sempadan Sungai Air Hitam dan kawasan hutan di Estate IV Divisi F PT Musim Mas, Desa Air Hitam, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan.

Berdasarkan hasil penyidikan, kawasan tersebut dibuka dan ditanami sawit sejak 1997 hingga 1998, kemudian mulai berproduksi pada 2002.

Polda Riau menyebut perusahaan diduga memperoleh keuntungan ekonomi selama lebih dari dua dekade dari aktivitas perkebunan sawit di kawasan yang seharusnya memiliki fungsi perlindungan ekologis.

Jikalahari berharap penegakan hukum terhadap PT Musim Mas tidak hanya terbatas pada persoalan sempadan sungai, tetapi juga menggunakan pendekatan multi undang-undang.

Lembaga tersebut mengungkapkan bahwa bersama koalisi Eyes on The Forest, mereka pernah menemukan dugaan keterkaitan PT Musim Mas dengan pasokan crude palm oil (CPO) yang berasal dari kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN).

Temuan pada 2015 dan 2017 mencatat fasilitas Musim Mas melalui ICOF/IBP Lubuk Gaung menerima pasokan CPO dari sejumlah pabrik kelapa sawit yang diduga menerima tandan buah segar (TBS) ilegal dari kawasan TNTN, di antaranya PT Gemilang Sawit Lestari dan PT Makmur Andalan Sawit.

Menurut Jikalahari, praktik perdagangan TBS ilegal tersebut turut mendorong perambahan dan ekspansi perkebunan sawit ilegal di kawasan TNTN.

“Penggunaan multi undang-undang pada PT Musim Mas akan jauh lebih berdampak. Penegakan hukum akan menghentikan perambahan di TNTN. Jika itu dilakukan, Polda Riau bukan hanya menyelamatkan sungai, tetapi juga menyelamatkan rumah gajah utama di Sumatra,” kata Okto.

Selain itu, Jikalahari juga meminta penegakan hukum diperluas terhadap perusahaan lain yang diduga merusak daerah aliran sungai (DAS) di Riau.

Berdasarkan temuan organisasi tersebut, kawasan DAS di Riau telah dibebani izin Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan-Hutan Tanaman Industri (PBPH HTI) dan perkebunan sawit.

Tercatat terdapat 29 konsesi di DAS Sungai Rokan, 64 konsesi di DAS Sungai Kampar, 34 konsesi di DAS Sungai Indragiri, dan 22 konsesi di DAS Sungai Siak, dengan total sekitar 149 perusahaan HTI dan sawit.

Kondisi tersebut dinilai menyebabkan penurunan fungsi ekologis DAS dan meningkatkan risiko bencana lingkungan.

Jikalahari menilai kasus PT Musim Mas harus menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola ruang ekologis di Riau melalui penegakan hukum yang konsisten terhadap seluruh pihak yang terbukti terlibat dalam perusakan lingkungan.

“Polda Riau harus terus berlanjut menyasar semua korporasi yang merusak DAS di Riau, tidak boleh berhenti hanya pada PT Musim Mas sebagai perwujudan asas equality before the law,” pungkas Okto.

Sumber: Mediaindonesia


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Ilustrasi hujan lokal diprediksi guyur sejumlah daerah di Riau (foto/int)Pekanbaru dan Sejumlah Wilayah Riau Berpotensi Diguyur Hujan Lokal
Telkomsel.Strategi “Melayani Sepenuh Hati” Bawa Telkomsel Raup Laba Fantastis pada 2025
ist.Heboh Kasus Lingkungan di Riau, PT Musim Mas Diduga Raup Untung dari Sempadan Sungai
ilustrasi.Mengejutkan! PAD Rohul Baru Terealisasi 0,23 Persen hingga Mei 2026
Mantan pembalap motor Indonesia digandeng Toyota ke Asian Para Games 2026.(foto: istimewa)Mantan Pembalap Motor Indonesia Ini Kini Digandeng Toyota ke Asian Para Games 2026
  ist.AHM dan Capella Resmikan Pos AHASS TEFA di SMKN 3 Mandau, Cetak SDM Otomotif Siap Kerja
ilustrasi.Harga TBS Anjlok Rp1.000 per Kg, SAMADE Kritik Rencana Monopoli Ekspor Sawit
int.Data Satelit Ungkap Lonjakan Karhutla Riau 2026, Ini Daerah Paling Parah
Riau dan 5 Provinsi di Sumatera Gelap Gulita Akibat Gangguan Transmisi PLN.(ilustrasi/halloriau.com)Riau dan 5 Provinsi di Sumatera Gelap Gulita Akibat Gangguan Transmisi PLN 150 kV
Gerobak bantuan BRK Syariah ringankan beban Karmila di Anambas.Gerobak Bantuan CSR BRK Syariah yang Mengubah Hari-Hari Karmila di Desa Mengkait Anambas
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved