KUANSING – Kepolisian Daerah (Polda) Riau menindak tegas aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) melalui Operasi Tepian Narosa Lancang Kuning 2025. Operasi ini digelar untuk mendukung kelancaran Festival Pacu Jalur 2025 sekaligus menjaga kualitas air Sungai Kuantan.
Operasi yang berlangsung selama dua pekan, mulai 31 Juli hingga 13 Agustus 2025, berhasil menjaring 16 tersangka dan memusnahkan 221 unit dompeng, yakni rakit mesin sedot yang digunakan untuk aktivitas PETI.
Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Anom Karibianto, mengatakan operasi tersebut merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam menjaga kelestarian lingkungan serta menciptakan situasi yang aman dan kondusif menjelang perhelatan budaya terbesar di Kuansing.
“Polda Riau berfokus pada upaya menjaga kelestarian lingkungan dan ketertiban umum. Operasi ini membuktikan komitmen kami untuk menanggulangi masalah PETI yang sudah lama merusak ekosistem Sungai Kuantan,” ujar Kombes Anom, Selasa (19/8/2025).
Ia menambahkan, Polda Riau juga berkolaborasi dengan Polda Sumatera Barat untuk menindak aktivitas PETI di wilayah perbatasan. Kerja sama ini dinilai penting dalam mengembalikan kejernihan Sungai Kuantan yang selama ini tercemar akibat aktivitas tambang ilegal.
“Kami berharap keberhasilan operasi ini bisa memberikan efek jera bagi pelaku PETI dan memulihkan kualitas air Sungai Kuantan. Dengan begitu, Festival Pacu Jalur dapat terlaksana dengan baik dan menjadi daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara,” tambahnya.
Sebagai informasi, Festival Pacu Jalur 2025 akan digelar pada 20–24 Agustus di Tepian Narosa, Teluk Kuantan. Event budaya yang masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) ini selalu menjadi magnet ribuan wisatawan setiap tahunnya.
Selain menyuguhkan adu cepat jalur (perahu panjang) yang memacu adrenalin, festival ini juga menghadirkan atmosfer budaya yang semarak. Apalagi sejak penampilan tari Jalur Aura Farming dikenal di tingkat internasional, gaung Festival Pacu Jalur kian menggema hingga mancanegara.
Tahun ini, Tepian Narosa kembali diprediksi bergelora. Sorak-sorai penonton akan membahana di sepanjang Sungai Kuantan, menjadikan Kuansing sebagai pusat perhatian budaya dunia, seperti yang dilansir dari tribunnews.(*)