www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Seleksi CPNS 2027, Pemerintah Pusat Diharapkan Beri Afirmasi Usia Guru PPPK Penuh Waktu
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Kasus Korupsi Pembangunan Hotel Kuansing, Ada 10 Poin Penting Disampaikan Eks Kepala Bappeda
Jumat, 16 Februari 2024 - 14:22:13 WIB
Riski JP Poliang, Ketua tim Penasehat Hukum Eks Kepala Bappeda Kuansing, Hardi Yakub terdakwa kasus dugaan korupsi pembangunan Hotel Kuansing (foto/ultra)
Riski JP Poliang, Ketua tim Penasehat Hukum Eks Kepala Bappeda Kuansing, Hardi Yakub terdakwa kasus dugaan korupsi pembangunan Hotel Kuansing (foto/ultra)

KUANSING - Eks Kepala Bappeda Kabupaten Kuansing 2011- 2013, Hardi Yakub saat ini terdakwa pada kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan Hotel Kuansing. Kamis (15/2/2024), ia telah menyampaikan eksepsi atau keberatannya pada sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor PN Pekanbaru.

Melalui Ketua tim Penasehat Hukumnya, Riski JP Poliang, Jumat (16/2/2024) di Teluk Kuantan, ada 10 poin keberatan yang disampaikan dalam eksepsi tersebut.

Pertama, surat dakwaan jaksa penuntut umum melanggar ketentuan pasal 143 ayat (2) huruf a KUHAP. Karena surat dakwaan JPU tidak memuat nama terdakwa dengan benar. Sehingga ia mempertanyakan siapa sebenarnya orang yang dimaksud JPU dalam dakwaannya, apakah itu kliennya atau bukan.

Kedua, Jaksa Penuntut Umum tidak menyerahkan surat dakwaan dan turunan berkas perkara lengkap kepada terdakwa / penasihat hukumnya sesuai Pasal 143 ayat (4) KUHAP. Karena Terdakwa / Penasihat Hukumnya beru menerima Surat Dakwaan sehari setelah pelimpahan dilakukan, dan turunan berkas perkara lengkap baru diterima Terdakwa / Penasihat hukumnya sehari setelah sidang pertama digelar.

Ketiga, JPU telah mengubah surat dakwaan tidak sesuai dengan ketentuan pasal 144 KUHAP, dimana JPU melakukan perubahan surat dakwaannya telah melewati batas waktu tujuh hari sebelum sidang pertama dimulai, sedangkan dalam hal ini JPU mengubah dakwaannya pada saat sidang pertama digelar, tentu ini melanggar kuhap.

Hal serupa juga pernah terjadi beberapa waktu lalu di pengadilan tindak pidana korupsi pada pengadilan negeri Bengkulu, dimana hakim melalui putusan Nomor 57/Pid.Sus-TPK/2023/PN Bgl mengabulkan eksepsi penasihat hukum dan menyatakan tindakan perubahan surat dakwaan yang telah melewati batas waktu ditentukan adalah hal yang melanggar hukum.

Keempat, Pengadilan Tipikor Pekanbaru tidak berwenang mengadili perkara a quo, dikarena Hardi Yakub merupakan seseorang yang berkedudukan sebagai badan dan/atau pejabat pemerintahan. Sehingga terkait apapun tindakannya/kebijakannya yang dianggap melanggar hukum merupakan tindakan administrasi pejabat pemerintahan.

Sehingga haruslah diuji terlebih dahulu salah tidaknya tersebut melalui mekanisme TUN, bukan ujuk-ujuk dibawa ke pengadilan tipikor, karena boleh jadi tindakan/kebijakan Hardi Yakub adalah kesalahan administrasi.

Kelima, dakwaan JPU tidak menguraikan secara jelas tentang tempat dan waktu terjadinya tindak pidana, hal ini bertentangan dengan ketentuan pasal 143 ayat (2) huruf b KUHAP dan Surat Edaran Jaksa Agung No. 004/J.A/11/1993;

Keenam, JPU dalam menyusun surat dakwaannya telah salah dalam menggunakan dasar hukum yang telah dicabut dan tidak berlaku, dimana JPU menyatakan terdakwa telah melanggar UU No. 17 tahun 2013 tentang Keuangan Negara, padahal sesungguhnya UU tersebut bukanlah tentang UU Keuangan Negara melainnkan UU tentang Ormas.

Ketujuh, Surat Dakwaan Jaksa Penuntut umum kabur (obscuur libel), karena tidak disusun secara cermat, jelas dan lengkap tentang tindak pidana yang didakwakan, yaitu terjadi pertentangan-pertentangan dalam dakwaannya sehingga sangat kabur dalam kapasitas apa Hardi Yakub dipersalahkan, apa perannya dan bagaimana peran itu dilakukan, apa akibatnya, semua hal itu tidak diuraikan secara cermat dan jelas oleh JPU.

Kedelapan, dakwaan JPU cacat hukum karena menggunakan LHP BPKP yang diterbitkan setelah dilakukannya proses penyidikan, hal ini jelas menyalahi hukum, karena audit penghitungan kerugian negara seharusnya terbit terlebih dahulu sebelum adanya proses penyelidikan, hal ini sejalan dengan Peraturan Jaksa Agung Nomor : Perja-039/A/JA/10/2010 tanggal 29 Oktober 2010 yang menyatakan bahwa Hasil Audit BPK RI/BPKP merupakan sumber penyelidikan.

Kesembilan, peran Hardi Yakub yang diuraikan oleh JPU dalam dakwaannya adalah menjalankan perintah Sukarmis selaku Bupati saat itu. Jika perintah tersebut adalah hal yang melanggar hukum, maka tidak seharusnya penerima perintah saja yang ditarik menjadi terdakwa, seharusnya sukarmis selaku pemberi perintah juga ditarik menjadi terdakwa dalam perkara ini.

Seperti diketahui, Hardi Yakub selaku mantan Kepala Bapeda Kuansing ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejari Kuansing pada November 2023 lalu bersama mantan Kabag Pertanahan Setda Kuansing, Suhasman.

Hardi Yakub dan Suhasman diduga terlibat melakukan tindak pidana korupsi pada proyek pengadaan lahan pembangunan hotel Kuansing yang menggunakan APBD Kuansing tahun 2014.

Penulis: Ultra Sandi
Editor: Riki



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Ketua DPW Aliansi Merah Putih, Eko Wibowo (foto/ist)Seleksi CPNS 2027, Pemerintah Pusat Diharapkan Beri Afirmasi Usia Guru PPPK Penuh Waktu
Ist.BKawan BRK Syariah Dekatkan Layanan Keuangan ke Masyarakat Kepulauan Karimun
Tersangka SS saat diamankan di Mapolres Pelalawan.(foto: andi/halloriau.com)Diduga 4 Kali Cabuli Bocah, Seorang Karyawan di Pangkalan Kuras Dibui
Wakil Bupati Pelalawan, Husni Thamrin meninjau kesiapan personel Satlantas Polres Pelalawan.(foto: andi/halloriau.com)Bukan Sekadar Tilang, Ini Fokus Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 di Pelalawan
Tim FP GCN RPP melakukan pelatihan cara penggunaan dan jenis-jenis APAR serta pembuatan jalur evakuasi darurat kepada Tenaga Pengajar dan Peserta Didik SDN 02 Desa Kudap.GCN Latih Guru SDN 02 Kudap Gunakan APAR untuk Antisipasi Kebakaran
  Skuad PSPS Pekanbaru.(foto: mcr)PSPS Pekanbaru Gugat Denda Rp20 Juta dari PSSI, Ini Alasan Keberatannya
Marc Marquez.(foto: int)Marc Marquez Unggul 10 Poin, Tardozzi Ingatkan Ancaman Martin dan Bezzecchi
Wakil Ketua DPRD Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri.(foto: int)Jalan Rusak dan Banjir Prioritas APBD Pekanbaru 2027, Ini Program Lain yang Disiapkan
Sebaran titik panas di Sumatera sore ini.(foto: infografis/halloriau.com)Hujan Seharian, Riau Nihil Hotspot! BMKG Catat 108 Titik Panas di Sumatera Sore Ini
Honda Bikers Day 2026 di Ambarawa diikuti 32.214 bikers dari seluruh Indonesia. 32.214 Bikers Honda Satukan Semangat Persaudaraan dalam Honda Bikers Day 2026
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved