www.halloriau.com


Ekonomi
BREAKING NEWS :
Astra Agro Raih Disway Awards 2026, Dinobatkan sebagai Trusted & Populer Brand Agribisnis
 
GAPKI Proyeksi Produksi Sawit Indonesia 2027 Turun 2,9 Persen Jadi 56,8 Juta Ton
Kamis, 01 Oktober 2026 - 08:03:06 WIB
ilsutrasi.
ilsutrasi.

JAKARTA - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) memperkirakan pasokan minyak sawit Indonesia pada 2027 menghadapi tekanan dari dua sisi, yakni meningkatnya konsumsi domestik akibat penerapan biodiesel B50 dan potensi penurunan produksi akibat El Niño.

Hal itu disampaikan Ketua Umum GAPKI Eddy Martono dalam opening remarks GlobOil India 2026, konferensi dan pameran industri minyak nabati terbesar di Asia Selatan yang berlangsung di Mumbai, India, pada 29 September hingga 1 Oktober 2026.

Ketua Bidang Luar Negeri GAPKI Fadhil Hasan juga menjadi pembicara dalam sesi diskusi negara-negara produsen minyak sawit. Selain mengikuti konferensi, GAPKI berpartisipasi dalam pameran GlobOil India 2026 untuk mempromosikan minyak sawit Indonesia yang berkelanjutan di pasar India.

Partisipasi tersebut mendapat dukungan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), yang melalui berbagai program mendukung kebijakan pemerintah dalam mendorong pembangunan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan.

B50 Serap CPO, Ekspor Diperkirakan Makin Terbatas

Indonesia menjadi negara pertama yang menerapkan biodiesel B50 secara nasional dengan target cakupan penuh pada 1 Oktober 2026. Kebijakan tersebut diproyeksikan menyerap 15,2–16,3 juta ton CPO per tahun sehingga surplus produksi untuk ekspor semakin terbatas.

Selain B50, kebijakan tata kelola ekspor juga mengalami perubahan. Lima produk sawit kini diwajibkan diekspor melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI), dengan implementasi penuh mulai 1 Januari 2027.

Eddy menegaskan kebijakan tersebut bukan merupakan pembatasan perdagangan, melainkan restrukturisasi tata kelola ekspor. Menurutnya, volume perdagangan tetap berjalan, sedangkan mekanisme ekspornya yang mengalami perubahan.

Di sisi produksi, kondisi cuaca juga menjadi perhatian. Kekeringan akibat El Niño di wilayah Sumatra dan Kalimantan membuat GAPKI memproyeksikan produksi minyak sawit Indonesia pada 2027 turun 2,9 persen menjadi sekitar 56,8 juta ton.

India Tetap Jadi Pasar Strategis

India menjadi salah satu pasar penting bagi minyak sawit Indonesia. GAPKI menyebut Indonesia memasok hampir separuh kebutuhan sawit India.

Pada triwulan I 2026, ekspor sawit Indonesia ke India mencapai 988 ribu ton atau meningkat 28 persen secara tahunan.

GAPKI juga menyambut keputusan India menurunkan bea masuk dasar minyak sawit mentah atau CPO dari 10 persen menjadi 5 persen mulai 24 September 2026.

Organisasi tersebut memperkirakan India masih membutuhkan impor minyak sawit sekitar 7–8 juta ton per tahun hingga 2030.

Untuk memperkuat hubungan dagang, GAPKI membuka peluang kerja sama peningkatan produktivitas sawit dengan India. Upaya tersebut melanjutkan nota kesepahaman dengan Solvent Extractors’ Association of India (SEA) dan Asian Palm Oil Alliance (APOA) yang ditandatangani pada GlobOil 2025.

GAPKI juga menjalin perjanjian baru dengan Indian Vegetable Oil Producers’ Association (IVPA).

I-EU CEPA Buka Peluang ke Pasar Eropa

Dalam sesi konferensi, Fadhil Hasan memaparkan peluang yang dibuka Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia–Uni Eropa (I-EU CEPA) bagi ekspor sawit Indonesia.

Menurut Fadhil, perjanjian tersebut memberikan kuota ekspor sawit Indonesia ke Uni Eropa dengan bea masuk 0 persen, serta bebas bea keluar dan pungutan ekspor. Kuota tersebut dimulai dari 1,9 juta ton dan meningkat 3 persen setiap tahun selama sembilan tahun.

Namun, pemanfaatan peluang pasar tersebut bergantung pada kesiapan industri memenuhi Regulasi Bebas Deforestasi Uni Eropa (EUDR). Salah satu perhatian utama adalah ketertelusuran kebun petani kecil serta penyelarasan standar Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dengan sistem verifikasi Uni Eropa.

Fadhil juga memperkirakan harga sawit pada 2027 masih berada pada level tinggi. Karena itu, percepatan peremajaan sawit rakyat dan peningkatan produktivitas dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pasokan.

GAPKI berharap GlobOil India 2026 dapat menjadi ruang dialog antara Indonesia dengan pembeli, pedagang, serta pelaku industri minyak nabati global untuk membangun kemitraan jangka panjang yang berorientasi pada produktivitas, keberlanjutan, dan ketertelusuran.

Sumber: Voi


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Founder Disway National Network Dahlan Iskan menyerahkan penghargaan Disway Awards 2026 ke Astra Agro (foto/ist)Astra Agro Raih Disway Awards 2026, Dinobatkan sebagai Trusted & Populer Brand Agribisnis
ist.FKDSI Dinilai Abaikan Sejarah Perjuangan Beasiswa Ongoing, Pelantikan Tetap Dipaksakan
Harga emas Antam di Pekanbaru turun awal Oktober (foto/int)Harga Anjlok Awal Oktober, Emas Antam Pekanbaru Dijual Rp2,581 Juta/Gram
  Komjen Suyudi menjalani fit and proper test sebagai calon tunggal Kapolri di DPR RI (foto/int)Jejak Karier Komjen Suyudi, Pernah Jadi Kapolda Banten hingga Kepala BNN
Ilustrasi Marquez dan Martin diprediksi bersaing ketat berebut poin di Motegi MotoGP Jepang 2026 (foto/Sc IG MotoGP)Marquez dan Martin Adu Kuat di MotoGP Jepang 2026, Ini Jadwal Lengkapnya
Ilustrasi hujan lebat disertai petir berpotensi terjadi di Pekanbaru dan sejumlah wilayah Riau (foto/int)Hujan hingga Angin Kencang Berpotensi Terjadi di Riau Hari Ini
Komentar Anda :

 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved