www.halloriau.com


Ekonomi
BREAKING NEWS :
Jurnalis Halloriau.com Raih Juara JNE Content Competition 2026
 
Temu Ilmiah III ITP2I Bahas Masa Depan Industri Sawit, Dorong Hilirisasi hingga Inovasi Teknologi
Rabu, 08 Juli 2026 - 11:40:57 WIB
Temu Ilmiah III ITP2I membahas masa depan industri sawit, dorong hilirisasi hingga inovasi teknologi (foto/Andy)
Temu Ilmiah III ITP2I membahas masa depan industri sawit, dorong hilirisasi hingga inovasi teknologi (foto/Andy)

PELALAWAN – Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia (ITP2I) menggelar Temu Ilmiah III dalam rangka Dies Natalis ke-6 dengan mengusung tema "Memajukan Industri Minyak Sawit: Teknologi Cerdas dan Berkelanjutan untuk Inovasi Hilir dan Tantangan Industri" di Auditorium Lantai III Kantor Bupati Pelalawan, Rabu (8/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ajang bertemunya para akademisi, peneliti, pemerintah, dan praktisi industri sawit dari dalam maupun luar negeri untuk membahas berbagai strategi memperkuat daya saing industri kelapa sawit Indonesia melalui inovasi, hilirisasi, dan pengelolaan berkelanjutan.

Hadir mewakili Bupati Pelalawan, Asisten III Setdakab Pelalawan Mayhendri, Rektor ITP2I sekaligus pendiri kampus tersebut Prof. Tengku Dah Rilis, Ketua Yayasan Amanah Pelalawan Tengku Zulmizzan, serta para narasumber internasional, yakni Assoc. Prof. Potjamarn Suraninpong dari Walailak University Thailand, Prof. Ir. Hariyadi, M.S. dari IPB University, Prof. Khairur Rizal dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM), serta akademisi Sariadi Sipayung dari Nigeria.

Dalam sambutannya, Rektor ITP2I Prof. Tengku Dah Rilis mengatakan, selama enam tahun berdiri, ITP2I terus menunjukkan perkembangan yang signifikan sebagai perguruan tinggi yang fokus pada pengembangan ilmu dan teknologi perkebunan.

Ia menyebutkan hingga saat ini ITP2I telah meluluskan 192 alumni yang telah berkiprah di berbagai sektor industri perkebunan. Selain itu, sebanyak 2.045 mahasiswa tengah menempuh pendidikan di kampus tersebut.

"Kami terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Ke depan seluruh dosen ITP2I ditargetkan memiliki kualifikasi doktor sehingga mampu menghasilkan riset dan inovasi yang memberikan solusi bagi pengembangan industri perkebunan, khususnya kelapa sawit," ujarnya.

Menurutnya, Temu Ilmiah III menjadi wadah penting untuk mempertemukan berbagai pemikiran dan hasil penelitian dari para akademisi dunia dalam menghadapi dinamika industri sawit yang semakin kompleks.

Sementara itu, Asisten III Setdakab Pelalawan Mayhendri menyampaikan apresiasi Pemerintah Kabupaten Pelalawan atas terselenggaranya Temu Ilmiah III ITP2I. Menurutnya, Pelalawan merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi besar di sektor perkebunan kelapa sawit sehingga membutuhkan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi agar mampu bersaing di tingkat global.

Ia mengatakan industri sawit saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari isu lingkungan, tuntutan pasar internasional, hingga perkembangan teknologi yang begitu cepat. Karena itu, transformasi industri melalui inovasi dan keberlanjutan menjadi sebuah keharusan.

"Hilirisasi menjadi langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah produk sawit, memperluas lapangan kerja, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kita tidak boleh hanya menjual bahan baku, tetapi harus mampu menghasilkan berbagai produk turunan yang bernilai ekonomi tinggi," katanya.

Mayhendri juga menegaskan bahwa pengembangan industri sawit modern harus didukung penerapan teknologi digital seperti Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), serta sistem pertanian cerdas untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing industri.

Selain itu, ia menilai kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor utama dalam membangun ekosistem industri sawit yang tangguh. Perguruan tinggi, katanya, memiliki peran strategis sebagai pusat riset, inovasi, dan pengembangan teknologi yang mampu menjawab kebutuhan industri.

Pada forum ilmiah tersebut, berbagai isu strategis industri sawit juga menjadi pembahasan utama. Di antaranya keberlanjutan dan legalitas perkebunan, mulai dari tata kelola lahan yang sesuai aturan, penerapan sertifikasi keberlanjutan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), ketertelusuran (traceability) produk sawit, hingga penguatan legalitas UMKM berbasis komoditas perkebunan. Para peserta juga menyoroti pentingnya pengembangan kawasan perkebunan yang memenuhi prinsip-prinsip keberlanjutan agar industri sawit Indonesia semakin diterima di pasar global.

Selain itu, forum ini menekankan pentingnya memperluas manfaat komoditas perkebunan bagi masyarakat melalui hilirisasi industri. Sawit dinilai tidak hanya sebagai penghasil devisa negara dan penyerap tenaga kerja, tetapi juga memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi daerah, peningkatan kesejahteraan petani, serta menjadi media edukasi bagi generasi muda mengenai manfaat dan inovasi produk turunan kelapa sawit.

Aspek lain yang turut mendapat perhatian adalah peran Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dalam mendukung pembangunan sektor perkebunan. Melalui pendanaan riset, pengembangan sumber daya manusia, promosi, peremajaan perkebunan, penyediaan sarana dan prasarana, hingga dukungan terhadap hilirisasi industri, BPDP dinilai memiliki peran strategis dalam mempercepat transformasi industri sawit nasional menuju industri yang modern, inovatif, dan berkelanjutan.

Menutup sambutannya, Mayhendri berharap Temu Ilmiah III ITP2I mampu melahirkan berbagai rekomendasi, inovasi, dan kerja sama nyata yang dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen kelapa sawit terbesar dunia.

"Dengan sinergi antara pemerintah, akademisi, industri, dan masyarakat, kita optimistis dapat mewujudkan industri kelapa sawit Indonesia yang modern, berdaya saing tinggi, serta tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan," pungkasnya.

Penulis: Andy
Editor: Riki


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Jurnalis Halloriau.com, Riki Ariyanto meraih juara 1 JNE Content Competition 2026 Regional Sumatra (foto/ist)Jurnalis Halloriau.com Raih Juara JNE Content Competition 2026
Kader PSI M. Maliki sambut kehadiran Wapres Gibran Rakabuming Raka ke Rokan Hilir (foto/ist)Sambut Wapres Gibran, Maliki Optimis Kunjungan Ini Buka Peluang Kemajuan Rohil
UIN Suska Riau harumkan nama Riau, borong prestasi di ajang esai nasional (foto/ist)Mahasiswa UIN Suska Riau Sabet Juara Umum Lomba Esai Nasional Lewat Inovasi Berbasis Kearifan Lokal
  Kepala Regional Sumatera Bagian Tengah (SBT) PT HK, Untung Joko Ristyono (foto/Riki)Tol Pekanbaru–Dumai Makin Ramai, Volume Kendaraan Lampaui Capaian Tahun Lalu
Bupati Pelalawan, Zukri menerima kunjungan kerja Pemkab Nias Selatan (foto/Andy)Bupati Zukri Terima Kunker Pemkab Nias Selatan, Paparkan Strategi Optimalisasi PAD
Polytron.3 Rekomendasi AC 1/2 PK Low Watt Terbaik untuk Ruangan Cepat Dingin dan Hemat Listrik
Komentar Anda :

 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved