SURABAYA - Inovasi menjadi modal penting bagi perusahaan media siber untuk bertahan di tengah disrupsi digital dan perkembangan kecerdasan buatan (AI).
Pesan itu mengemuka dalam malam penganugerahan AMSI Awards 2026 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (29/10/2026) malam.
Ajang yang digelar Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) tersebut memperlihatkan bahwa kreativitas jurnalistik tidak hanya menjadi keunggulan media besar.
Perusahaan media berskala kecil juga mampu menghadirkan terobosan yang kompetitif di tengah perubahan industri pers.
Sebanyak 78 peserta dari 18 provinsi mengikuti AMSI Awards 2026. Dari kompetisi yang terbagi dalam lima kategori tersebut, 10 media terpilih sebagai penerima penghargaan.
Ketua Panitia AMSI Awards 2026, Umi Kalsum, menjelaskan bahwa proses penilaian berlangsung selama tiga bulan sejak Agustus 2026.
Seleksi dilakukan melalui dua tahapan untuk menjaga independensi penilaian.
“Penjurian dilakukan secara independen melalui dua tahap. Tahap pertama merupakan penjurian awal oleh juri internal, kemudian dilanjutkan dengan penjurian akhir oleh juri eksternal,” ujar Umi.
Peserta dikelompokkan berdasarkan skala perusahaan, yakni media kecil dengan jumlah karyawan di bawah 50 orang dan media besar dengan jumlah karyawan lebih dari 50 orang.
Perwakilan dewan juri, Olivia Lewi, akademisi Universitas Atma Jaya Yogyakarta, mengakui proses penentuan pemenang bukan perkara sederhana.
Banyak karya dinilai memiliki kualitas dan inovasi yang sama-sama menonjol.
“Menjadi juri AMSI Awards bukan pekerjaan mudah, bisa dibilang menguras pikiran dan emosi. Karya-karya yang luar biasa menunjukkan media siber di Indonesia tidak kehabisan ide,” ungkap Olivia.
Menurutnya, kompetisi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kemampuan berinovasi tidak ditentukan oleh besarnya perusahaan.
Media kecil tetap memiliki peluang menghadirkan karya dan model pengembangan bisnis yang menarik.
Olivia berharap AMSI Awards tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi berkembang menjadi ruang apresiasi yang mendorong media terus berinovasi sekaligus memperkuat keberlanjutan usaha.
“Ajang seperti ini wajib tetap tumbuh dan relevan,” tegasnya.
Ketua Umum AMSI, Wahyu Dhyatmika, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan kegiatan, termasuk Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang hadir langsung dalam malam penganugerahan.
AMSI juga menyiapkan langkah lanjutan dengan melibatkan para pemenang sebagai pengisi kelas berbagi pengalaman bagi anggota organisasi.
Program tersebut diharapkan memungkinkan praktik inovasi yang telah terbukti berhasil diterapkan dan dikembangkan oleh media lainnya.
“Esensi jurnalistik akan terus dijaga meskipun formatnya nanti bisa jadi berubah,” jelas Wahyu.
AMSI Awards 2026 menjadi bagian dari rangkaian Indonesia Digital Media Conference (IDMC) 2026 yang berlangsung pada 28–29 Oktober di Hotel Shangri-La, Surabaya.
Mengusung tema Media Reborn: Reinventing News Media in the Era of AI & Content Creator, konferensi tersebut membahas kebutuhan perusahaan pers untuk menata ulang strategi bisnis, produk jurnalistik, serta pendekatan distribusi konten di tengah perkembangan teknologi.
Di tengah persaingan dengan kreator konten dan penggunaan AI, tantangan media tidak cukup dijawab dengan memperbanyak produksi berita.
Kepercayaan publik, kualitas verifikasi, kreativitas produk, dan kemampuan membangun bisnis berkelanjutan menjadi faktor penting bagi masa depan perusahaan pers.
AMSI Awards diharapkan menjadi salah satu pemicu agar inovasi tidak berhenti pada karya yang memenangkan penghargaan, tetapi berlanjut menjadi praktik nyata dalam pengelolaan media.
IDMC 2026 mendapat dukungan dari Pertamina, Astra, BNI, Djarum, Alamtri, PLN, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP), Diskominfo Jawa Timur, Freeport, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Bank Jago, Bank Mandiri, GoTo, Bank Syariah Indonesia (BSI), Astra Honda Motor, dan INALUM.(rilis)