JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto kembali menekankan pentingnya kemandirian pangan dan energi sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia agar mampu berdiri dengan kekuatan sendiri.
Pesan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri resepsi kesyukuran 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu.
Menurut Prabowo, situasi global yang masih diwarnai konflik dan perang menunjukkan pentingnya sebuah negara memiliki kemampuan memenuhi kebutuhan strategisnya secara mandiri.
"Di tengah dunia sekarang, dunia yang penuh dengan konflik, bahkan dengan perang-perang di mana-mana, ini membuktikan bahwa apa yang sudah lama saya utarakan, kita harus swasembada pangan, kita harus swasembada energi. Kita tidak boleh bergantung dengan bangsa lain," ujar Prabowo.
Presiden mengatakan kondisi cadangan pangan Indonesia saat ini cukup. Pemerintah juga telah menyiapkan sejumlah langkah untuk menghadapi potensi gangguan produksi pangan yang dapat terjadi akibat kondisi cuaca.
Antisipasi tersebut, kata Prabowo, mencakup kemungkinan terjadinya El Nino maupun kekeringan.
"Alhamdulillah swasembada pangan sudah, cadangan pangan kita cukup. Langkah-langkah kita sudah antisipasi cuaca yang tidak baik, El Nino, kekeringan, kita siap," ucapnya.
Selain ketahanan pangan, Prabowo menyoroti perkembangan upaya pemerintah dalam membangun kemandirian energi. Ia menyebut Indonesia sejak 1 Juli lalu tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri karena kebutuhan tersebut telah dapat dipenuhi melalui produksi dalam negeri.
Prabowo juga menilai kekayaan sumber daya alam Indonesia menjadi salah satu modal penting dalam mewujudkan kemandirian energi. Salah satunya adalah komoditas kelapa sawit yang dapat diolah menjadi berbagai produk, termasuk bahan bakar.
"Dari mana? Dari kelapa sawit. Dari tanaman, Yang Maha Kuasa telah memberi karunia kepada kita. Yang saya katakan, kelapa sawit mungkin itu adalah tanaman ajaib. 'The miracle plant, the miracle crop'," kata Presiden.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo memberikan pesan kepada para santri dan santriwati Pondok Modern Darussalam Gontor. Ia mengajak generasi muda untuk tetap optimistis memandang masa depan Indonesia sekaligus mempersiapkan diri menjadi penerus bangsa.
"Percaya, masa depan Indonesia baik, masa depan Indonesia cerah. Dan kalian santri, santriwati, anak-anakku sekalian, kalian lah yang akan ambil alih. Kalian yang akan meneruskan perjuangan kita," ucapnya.
Prabowo juga mengingatkan generasi muda agar tidak langsung mempercayai seluruh informasi yang beredar di media sosial. Menurutnya, sikap kritis diperlukan agar informasi yang diterima tidak memengaruhi semangat, keberanian, dan kepercayaan diri sebagai bangsa.
"Hati-hati. Jangan percaya semua yang ada di sosmed itu. Mereka ingin menurunkan semangat kita. Mereka ingin menurunkan keberanian kita. Mereka ingin menurunkan kepercayaan diri kita," tutur Presiden.
Di hadapan para santri dan santriwati, Prabowo kembali menegaskan tekad pemerintah untuk membawa Indonesia menjadi bangsa yang kuat serta mampu berdiri secara mandiri.
"Kita tidak mau jadi budaknya bangsa lain. Kita akan menjadi bangsa yang hebat. Kita akan berdiri di atas kaki kita sendiri," katanya.