PEKANBARU - Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru didorong tidak berhenti sebagai kegiatan pembentukan karakter, tetapi ikut mengambil peran nyata menghadapi persoalan pangan dan lingkungan.
Walikota Pekanbaru sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru, Agung Nugroho mengusulkan gerakan satu siswa satu polybag diterapkan di setiap gugus depan Pramuka.
Program tersebut dapat diisi dengan kegiatan menanam cabai, sayuran dan tanaman pangan lainnya di lingkungan sekolah.
Selain memperkenalkan keterampilan bercocok tanam, gerakan ini diarahkan untuk menanamkan pemahaman mengenai ketahanan pangan sejak usia sekolah.
Dorongan itu disampaikan Agung saat menghadiri peringatan Hari Pramuka ke-65 di Gelanggang Remaja Pekanbaru, Sabtu (12/9/2026).
Menurut Agung, gagasan tersebut sejalan dengan tema Hari Pramuka ke-65 dan Jambore Nasional ke-12 Tahun 2026, yakni "Berkreasi, Berinovasi, Terampil, dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan."
"Swasembada pangan bukan hanya persoalan menanam dan memanen. Di dalamnya terdapat pendidikan, keterampilan, teknologi, kewirausahaan, serta kemampuan menyelesaikan persoalan nyata di lingkungan kita," kata Agung.
Agung menilai tantangan generasi muda saat ini tidak lagi sederhana. Kemajuan teknologi dan kecerdasan buatan, perubahan iklim, penyalahgunaan narkoba, perundungan, hoaks hingga perjudian daring membutuhkan generasi dengan karakter kuat.
Karena itu, menurut dia, aktivitas Pramuka harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan nilai dasar kepramukaan.
"Pramuka harus mampu melahirkan karya. Lebih dari sekadar mengenakan seragam, Pramuka harus menjadi teladan. Lebih dari sekadar pandai membuat simpul, Pramuka harus mampu mengurai persoalan," tegasnya.
Ia meminta seluruh gugus depan di Pekanbaru menjadi ruang bagi anggota Pramuka untuk mengembangkan gagasan, keterampilan, prestasi dan kegiatan pengabdian yang dapat dirasakan langsung masyarakat.
Agung juga mengingatkan anggota Pramuka agar tidak hanya memahami Trisatya dan Dasa Darma secara normatif, tetapi menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
"Trisatya adalah janji yang kita ucapkan. Dasa Darma adalah sikap yang harus kita tunjukkan," ujarnya.
Gagasan satu siswa satu polybag menjadi salah satu bentuk konkret yang ditawarkan Agung untuk menerjemahkan tema swasembada pangan ke lingkungan sekolah.
Siswa tidak hanya diarahkan menanam, tetapi juga belajar merawat tanaman hingga menghasilkan.
Cabai, sayuran dan tanaman pangan lainnya dinilai dapat menjadi pilihan karena relatif mudah dikembangkan dalam polybag.
Agung mengatakan gerakan tersebut juga memiliki dimensi pendidikan. Anak-anak diperkenalkan bahwa ketahanan pangan tidak hanya menjadi urusan pemerintah atau sektor pertanian, melainkan dapat dimulai dari lingkungan terdekat.
"Untuk mendukung swasembada pangan, Gerakan Pramuka satu siswa satu polybag dapat dikembangkan di setiap gugus depan dengan menanam cabai, sayuran, dan tanaman pangan lainnya," tuturnya.
Jika diterapkan secara konsisten, kegiatan tersebut berpotensi menjadi laboratorium sederhana bagi siswa untuk belajar mengenai pangan, lingkungan, tanggung jawab dan kemandirian.
Agung juga menghubungkan gerakan ketahanan pangan dengan agenda menjaga lingkungan di Kota Pekanbaru.
Anggota Pramuka didorong menjadi pelopor dalam menjaga kebersihan, mengelola sampah, tidak membuang sampah ke drainase serta menanam dan merawat pohon.
Langkah tersebut disebut sejalan dengan Gerakan Pekanbaru Lestari dan nilai Dasa Darma, khususnya kecintaan terhadap alam serta kepedulian terhadap sesama.
Dengan pendekatan tersebut, kegiatan Pramuka diharapkan tidak hanya berlangsung di dalam ruang kegiatan, tetapi menghasilkan perubahan yang dapat dilihat di lingkungan sekolah dan permukiman.
Peran Pramuka juga diperluas ke aspek pelayanan masyarakat.
Agung meminta anggota Pramuka ikut membantu mengenalkan layanan darurat 112 Pekanbaru Aman kepada masyarakat.
Edukasi tersebut dinilai penting agar warga mengetahui saluran yang dapat digunakan ketika membutuhkan pertolongan dalam kondisi darurat.
"Pramuka juga harus hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan serta ikut mengenalkan layanan 112 Pekanbaru Aman," pungkasnya.