JAKARTA - Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan ruang apresiasi berupa festival film yang diselenggarakan di daerah dapat menggerakkan nilai ekonomi masyarakat sekitar sekaligus memperkuat ekosistem perfilman di Indonesia.
Riefky, dalam keterangan yang diterima, Rabu mengatakan festival film dapat menjadi wadah inkubasi talenta dan penggerak ekonomi kreatif, dengan memperkaya film bertema budaya dan ragam cerita rakyat Indonesia yang dapat menjadi sumber inspirasi yang memiliki nilai ekonomi tinggi bagi industri perfilman nasional.
Potensi tersebut tercermin dari penyelenggaraan Festival Film Horor (FFH) oleh Ruang Film Pacitan bersama Pemerintah Kabupaten Pacitan.
"Indonesia sangat memiliki keberagaman serta keunikan dalam budaya hingga cerita horor selayaknya tambang emas baru. Kementerian Ekraf siap mengkolaborasikan FFH dengan mitra kementerian untuk semakin membuat benchmark di mana event FFH tahun ini dapat naik kelas," ujar Menteri Ekraf.
Festival ini memiliki karakteristik yang kuat karena digelar di kawasan pesisir Pantai Pancer Door serta sejumlah lokasi strategis di Pacitan. Konsep tersebut menjadi pembeda yang memperkuat identitas FFH dibandingkan festival film lainnya di Indonesia.
Penyelenggaraan perdana FFH pada tahun 2025 berhasil diikuti sebanyak 285 film dalam tiga kategori, yakni umum, pelajar, dan eksibisi.
Tahun ini, FFH 2026 mengusung tema INDIGO: Melihat yang tak terlihat. Membaca yang terlupakan. Membangun yang akan datang. Rangkaian kegiatan akan berlangsung mulai Juni hingga September 2026, sementara malam puncak atau awarding dijadwalkan pada 9–12 September 2026.
Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji, mengatakan, FFH telah memberikan dampak positif bagi daerah, baik dari sisi ekonomi maupun pengembangan kegiatan kreatif lainnya. Menurutnya, festival ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang temu bagi para pelaku perfilman dan masyarakat.
"FFH ini yang mendatangkan event lain yang menurut saya itu selama ini bisa mendatangkan wisatawan. Tentu kami mengharapkan FFH 2026 dapat berkolaborasi dengan Kementerian Ekraf hingga mampu menjadi festival Provinsi, nasional bahkan global,” kata Indrata.