PEKANBARU – Hotel-hotel di Kota Pekanbaru kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat menginap bagi wisatawan maupun pelaku perjalanan bisnis.
Sejumlah hotel mulai mengambil peran sebagai ruang promosi bagi produk-produk unggulan hasil karya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif lokal.
Langkah tersebut diwujudkan melalui penyediaan pojok ekonomi kreatif (ekraf), sebuah area khusus yang menampilkan berbagai produk khas daerah kepada para tamu yang datang dari berbagai wilayah di Indonesia maupun mancanegara.
Program yang didorong Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Pekanbaru ini menjadi salah satu strategi memperluas akses pemasaran produk lokal sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif daerah.
Hingga awal Juni 2026, tercatat sebanyak 15 hotel di Pekanbaru telah menyediakan pojok ekraf.
Berbagai produk yang dipajang berasal dari pelaku UMKM dan sektor ekonomi kreatif yang selama ini membutuhkan akses pasar yang lebih luas.
Beberapa hotel yang telah berpartisipasi dalam program tersebut antara lain Hotel Grand Jatra, Hotel Novotel Pekanbaru, KHAS Pekanbaru Hotel, Batiqa Hotel Pekanbaru, Swiss-Belinn SKA Pekanbaru, Grand Central Hotel Pekanbaru, Grand Elite Hotel Pekanbaru, dan Bono Hotel Pekanbaru.
Kadisbudpar Kota Pekanbaru, Akmal Khairi menilai, hotel memiliki posisi strategis sebagai titik pertemuan antara produk lokal dengan calon konsumen dari berbagai daerah.
"Saat ini yang sudah ada pojok ekraf ada 15 hotel. Selebihnya belum ada. Dan kita minta semua hotel ke depannya menyediakan pojok ekraf," ujar Akmal Khairi, Selasa (2/6/2026).
Menurut Akmal, keberadaan pojok ekraf mampu menjadi etalase permanen yang memperkenalkan identitas kreatif Kota Pekanbaru kepada wisatawan.
Selain memperluas jangkauan pemasaran, program ini juga diharapkan memberikan nilai tambah ekonomi bagi para pelaku usaha lokal.
Meski jumlah hotel yang terlibat terus bertambah, masih terdapat sejumlah hotel lain yang belum menyediakan ruang khusus bagi produk ekonomi kreatif daerah.
Karena itu, pemerintah kota terus mendorong industri perhotelan untuk ikut berpartisipasi dalam program tersebut.
Tidak hanya hotel, Disbudpar Pekanbaru juga berupaya memperluas konsep pojok ekraf ke berbagai sektor lain seperti restoran, pusat perbelanjaan, hingga ruang publik yang memiliki tingkat kunjungan tinggi.