JAKARTA – Sebanyak 252 siswa di wilayah Jakarta Timur diduga mengalami keracunan makanan usai mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan akan menangani persoalan tersebut secara serius.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim, mengatakan Pemprov DKI Jakarta sangat prihatin atas insiden yang terjadi.
“Pemprov DKI Jakarta sangat prihatin dan menanggapi serius kasus dugaan keracunan pangan ini,” kata Chico saat dihubungi, Minggu (10/5/2026).
Ia menyebut pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta hingga Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menangani kasus tersebut.
Menurut Chico, sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan telah diambil untuk dilakukan pengujian laboratorium.
“Ada salah satu menu yang dilaporkan berasa masam. Sampel makanan sudah diambil untuk uji laboratorium di Dinkes, dan hasilnya diperkirakan keluar pekan depan,” ujarnya.
Pemprov DKI Jakarta, lanjut Chico, memastikan seluruh siswa yang mengalami gejala keracunan mendapatkan penanganan medis.
“Kami pastikan semua siswa mendapat perawatan terbaik hingga sembuh,” tambahnya.
Selain melakukan penanganan terhadap korban, Pemprov DKI Jakarta juga akan mengevaluasi satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di wilayah Jakarta, khususnya SPPG Pulogebang 15 yang menyuplai makanan kepada para siswa terdampak.
Chico mengungkapkan, hingga saat ini baru 167 dari total 609 SPPG di Jakarta yang telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
“SPPG Pulogebang 15 mulai beroperasi sejak 31 Maret 2026 dan masih dalam proses pengurusan SLHS sesuai Peraturan Kepala BGN Nomor 4 Tahun 2026. Hasil inspeksi lingkungan belum sepenuhnya memenuhi syarat sehingga proses penerbitan SLHS masih berjalan,” jelasnya.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat sebanyak 252 siswa mengalami gejala dugaan keracunan makanan setelah menyantap menu MBG di wilayah Pulogebang, Jakarta Timur.
Dugaan sementara, sumber masalah berasal dari menu pangsit isi tahu yang disebut memiliki rasa masam.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengatakan pihaknya bersama Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur telah melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap SPPG Pulogebang.
“Dinas Kesehatan melalui Sudin Kesehatan Jakarta Timur telah melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap SPPG Pulogebang. Bentuk pengawasan dilakukan melalui inspeksi kesehatan lingkungan, pelatihan bagi penjamah makanan, serta penerbitan SLHS,” kata Ani.
Saat ini, hasil uji laboratorium masih ditunggu untuk memastikan penyebab pasti dugaan keracunan tersebut.