PEKANBARU – Telkomsel terus memperkuat kinerja perusahaan sepanjang 2025 dengan mengusung semangat Melayani Sepenuh Hati sebagai landasan dalam menghadirkan layanan digital yang semakin relevan dan bernilai bagi pelanggan.
Di tengah dinamika industri telekomunikasi yang masih penuh tantangan, Telkomsel secara konsisten memperkuat posisinya sebagai pemimpin industri digital melalui strategi penyederhanaan produk, penyesuaian harga, hingga optimalisasi portofolio layanan.
Langkah tersebut mulai menunjukkan dampak positif pada paruh kedua 2025. Hal itu tercermin dari peningkatan performa perusahaan, di mana laba bersih tumbuh 14,7 persen secara kuartalan (quarter on quarter/QoQ), sementara EBITDA meningkat sebesar 5,4 persen QoQ.
Kinerja positif tersebut menjadi sinyal kuat momentum pemulihan perusahaan yang semakin solid dan berkelanjutan.
Telkomsel juga terus memperkuat perannya sebagai digital ecosystem enabler melalui pengembangan layanan broadband, pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), serta integrasi ekosistem digital guna mendukung percepatan transformasi digital di Indonesia.
Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, mengatakan tahun 2025 menjadi momentum penting bagi perusahaan dalam memperkuat fondasi pertumbuhan yang lebih sehat, berkualitas, dan berkelanjutan.
“Di tengah dinamika industri yang masih penuh tantangan, Telkomsel terus menjaga kepemimpinan pasar melalui fokus pada customer value, kualitas layanan broadband, dan pengalaman digital yang semakin relevan bagi masyarakat Indonesia,” ujar Nugroho dalam keterangannya, Kamis (21/5/2026).
Sepanjang 2025, Telkomsel membukukan pendapatan sebesar Rp109,3 triliun dengan laba bersih mencapai Rp19,7 triliun. Kinerja tersebut didukung transformasi bisnis menuju pertumbuhan yang lebih berkualitas.
Kontribusi layanan digital business kini telah menyumbang lebih dari 95 persen terhadap pendapatan mobile perusahaan. Selain itu, pertumbuhan trafik data tahunan sebesar 15 persen menjadi indikator tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan digital Telkomsel.
Strategi quality-led perusahaan juga tercermin dari basis pelanggan yang terkonsolidasi menjadi 156,1 juta pelanggan dengan Average Revenue Per User (ARPU) meningkat menjadi Rp45 ribu pada akhir tahun.
Di sisi lain, Telkomsel terus memperkuat pengalaman pelanggan melalui pengembangan layanan konvergensi dengan tingkat penetrasi yang telah mencapai sekitar 59 persen. Perusahaan juga mencatat pertumbuhan pelanggan fixed broadband yang mendorong total basis pelanggan melampaui 10 juta pengguna.
Melalui berbagai inovasi tersebut, Telkomsel terus menghadirkan layanan digital yang mendukung aktivitas masyarakat, meningkatkan produktivitas, hingga memperkaya gaya hidup digital sehari-hari, mulai dari layanan komunikasi, hiburan, hingga solusi berbasis AI yang semakin terintegrasi dalam ekosistem digital perusahaan.