www.halloriau.com


Ekonomi
BREAKING NEWS :
Warga Rohil Pilih 'Hukum Jalanan' Lawan Mafia Narkoba, DPRD Riau: Puncak Amarah yang Terabaikan
 
Ekonom INDEF Ingatkan Penerapan Coretax Jangan Tergesa-gesa, UMKM Bisa Terdampak
Rabu, 27 Agustus 2025 - 06:37:28 WIB
ilustrasi.
ilustrasi.

JAKARTA - Ekonom INDEF Aviliani mengingatkan agar penerapan sistem inti administrasi perpajakan (Coretax) tidak dilakukan secara terburu-buru. Menurutnya, percepatan implementasi sistem baru justru bisa menimbulkan beban tambahan bagi pelaku usaha, terutama sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Penerapan sistem Coretax jangan terburu-buru agar tidak mengganggu sektor usaha,” kata Aviliani dalam Seminar Nasional Seri 5 bertema Meningkatkan Rasio Perpajakan di Tengah Tekanan Ekonomi: Strategi & Solusi, Selasa (26/8/2025).

Ia menegaskan, perbaikan administrasi memang penting untuk memperkuat kepatuhan, namun transisi menuju sistem baru harus mempertimbangkan kesiapan dunia usaha.

“Kalau tidak diantisipasi, UMKM bisa menghadapi beban tambahan dalam menyesuaikan diri dengan sistem Coretax,” ujarnya.

Tantangan Tax Gap dan Kebijakan Pajak

Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kepatuhan Pajak, Yon Arsal, menjelaskan bahwa persoalan tax gap tidak hanya disebabkan lemahnya pengawasan.

“Tax gap terbentuk dari dua faktor, yakni policy gap akibat fasilitas pajak yang memang diputuskan pemerintah, serta administration gap yang terkait kepatuhan dan efektivitas administrasi,” kata Yon.

Ia mencontohkan, usaha mikro dengan omzet di bawah Rp500 juta per tahun dibebaskan dari pajak, sedangkan omzet Rp500 juta hingga Rp4,8 miliar hanya dikenai tarif 0,5 persen.

“Lebih dari 40 persen belanja perpajakan dinikmati UMKM dan masyarakat kecil,” jelasnya.

Yon juga menyoroti perubahan struktur ekonomi yang menjadi tantangan sekaligus peluang dalam mengoptimalkan penerimaan pajak. Pemerintah pun menyiapkan kebijakan baru, termasuk pajak digital, untuk menjaga kredibilitas rasio pajak.

Perlu Narasi Kebijakan yang Tepat

Founder DDTC, Darussalam, menekankan pentingnya komunikasi publik terkait kebijakan perpajakan.

“Kalau narasinya tidak tepat, saat fasilitas dicabut akan muncul resistensi. Jadi seolah-olah ada pajak baru, padahal hanya koreksi kebijakan lama,” ujarnya.

Darussalam menambahkan, sistem perpajakan Indonesia masih menghadapi empat persoalan mendasar, yakni rendahnya partisipasi publik, edukasi yang belum inklusif, narasi kebijakan yang minim, dan lemahnya pengelolaan data.

Struktur penerimaan juga dianggap timpang karena terlalu bergantung pada PPh badan, sementara kontribusi PPh orang pribadi jauh lebih kecil dibandingkan negara-negara anggota OECD.

Data OECD mencatat rasio pajak Indonesia berada di peringkat 32 dari 37 negara, jauh di bawah rata-rata Asia Pasifik dan Afrika. Hal ini menandakan basis pajak Indonesia masih sempit dibandingkan negara lain.

 

Sumber: republika


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Anggota DPRD Riau Dapil Rohil, Dodi Syaputra.(foto: int)Warga Rohil Pilih 'Hukum Jalanan' Lawan Mafia Narkoba, DPRD Riau: Puncak Amarah yang Terabaikan
Jadwal lengkap race MotoGP Prancis 2026.(foto: int)Tanpa Marquez, Simak Jadwal Lengkap Race MotoGP Prancis 2026 Malam ini
Ist.Hadir di Trofeo PWI Riau, BRK Syariah Dorong Kolaborasi Positif Bersama Insan Pers
  Polisi musnahkan alat untuk penambangan ilegal di Kuantan Mudik.(ilustrasi/int)Sembunyi di Kawasan Terpencil, 8 Unit Mesin Tambang Ilegal di Kuantan Mudik Dimusnahkan Polisi
Pebalap Honda Team Asia dari Indonesia, Veda Ega di kelas Moto3 2026 Prancis.(foto: int)Veda Ega Pratama Start dari Row 2 di Le Mans, Ini Jadwal Lengkap Moto3 Prancis 2026
Harga Minyakita di Pekanbaru meroket tajam.(ilustrasi/int)Minyakita di Pekanbaru Jadi Barang Mewah, Disperindag Endus Permainan Oknum Distributor
Komentar Anda :

 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved