JAKARTA — PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) mengubah strategi bisnisnya dengan memprioritaskan optimalisasi pelanggan eksisting, seiring kondisi pasar seluler yang semakin jenuh.
Vice President Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Saki Hamsat Bramono, menyampaikan bahwa perusahaan kini berfokus pada pembangunan bisnis yang lebih sehat dan berkelanjutan.
“Kami mencari pelanggan yang lebih ‘healthy’, jadi lebih ke arah bisnis yang sehat, bagaimana bisa memaksimalkan pelanggan yang sudah ada,” ujar Saki usai acara peluncuran simPATI TikTok di Jakarta, Selasa (15/7/2025).
Saki menjelaskan, strategi ini mencakup peningkatan layanan, pengalaman pelanggan (customer experience), dan perjalanan pelanggan (customer journey) agar tetap relevan dan kompetitif.
“Hal itu menjadi tulang punggung dalam mempertahankan keberlangsungan pelanggan kami,” tambahnya.
Meski berfokus pada pelanggan eksisting, Telkomsel tetap membuka peluang untuk menggaet pelanggan baru secara selektif. Namun, pendekatannya kini disesuaikan dengan karakteristik pasar, khususnya segmen yang disebut sebagai promo seeker.
“Tipe pelanggan seperti promo seeker masih cukup banyak. Mereka sering berpindah antar operator untuk mencari promo. Ini kenyataan yang tidak bisa dihindari,” ujar Saki.
Data kinerja Telkomsel menunjukkan jumlah pelanggan pada kuartal I/2025 mencapai 158,81 juta, sedikit turun dibandingkan 159,38 juta pelanggan pada akhir 2024. Manajemen menyebutkan bahwa penurunan tersebut merupakan bagian dari strategi penyaringan pelanggan untuk mempertahankan basis yang lebih berkualitas.
Dampaknya, pendapatan rata-rata per pelanggan atau average revenue per user (ARPU) juga mengalami penurunan. ARPU Telkomsel pada kuartal I/2025 tercatat sebesar Rp42.400, lebih rendah dibandingkan Rp44.000 pada akhir 2024 dan Rp45.300 pada kuartal I/2024.
Penurunan ini, menurut perusahaan, selaras dengan pendekatan harga yang lebih disiplin serta fokus pada pengelolaan pertumbuhan lalu lintas secara efisien.
“Telkomsel terus mengoptimalkan kapasitas jaringan untuk mengelola pertumbuhan lalu lintas secara efisien, memastikan keunggulan penyampaian layanan sambil mempertahankan margin,” tulis manajemen dalam Info Memo resmi perusahaan, seperti yang dilansir dari bisnis.(*)
l