PEKANBARU - Himpitan ekonomi membuat banyak warga khususnya ibu rumah tangga (IRT) rentan terjerat utang ke rentenir. Iming-iming dana cepat cair tanpa agunan sering kali membuat IRT memilih pinjaman tersebut.
Seperti yang dialami, Turiyem (54) warga Kelurahan Rumbai Bukit, Kecamatan Rumbai Barat, Pekanbaru ini pernah menjadi nasabah koperasi kredit harian.
Meski menawarkan kemudahan, pinjaman koperasi yang harus dicicil harian plus bunganya lama-lama cukup memberatkan. Sebab suaminya kerja serabutan, sedangkan dirinya hanya seorang IRT.
Terkadang ia juga terpaksa mengambil cicilan dari koperasi kredit harian, untuk digunakan uang sekolah anak. Bahkan untuk kebutuhan dapur sehari-hari.
Beruntung kemudian ia mendengar informasi dari saudaranya ada pinjaman Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Pekanbaru.
"Sekitar tahun 2020, gabung kelompok dan mengajukan pinjaman Mekaar Rp2 juta, untuk modal usaha kue yang dijajakan ke kedai-kedai," ujarnya, Minggu (30/3/2025).
"Syaratnya juga tidak ribet, kita juga bawakan sample jajanan yang akan kita jual. Sekitar seminggu pinjaman langsung bisa dicairkan," sambungnya.
Karena usahanya terus bertumbuh, akhirnya pinjaman Mekaar dinaikkan ke Rp3 juta hingga terakhir sudah Rp10 juta yang dicicil setiap minggu selama setahun.
"Kalau sama PNM Mekaar tidak harian, bayarnya per minggu. Masih ada waktu kita untuk mengumpulkan duitnya. Jadi memudahkan lah," ujarnya.
Dari yang awalnya jualan kue basah dijual ke warung-warung, kini Turiyem dibantu anaknya membuka kedai jus di depan rumahnya. Kedai Pondok Jus 5000 itu selain menjual aneka minuman, gorengan, juga menyediakan ayam penyet dan juga ada konter pulsa.
Ia berharap, PNM Pekanbaru bisa terus membantu masyarakat, khususnya yang pra sejahtera. Karena dengan diberikan modal dan dukungan bisa membantu untuk mandiri, dan tidak terjerat utang ke rentenir atau pinjaman online (Pinjol).
Seperti diketahui, PNM anak usaha BRI sebagai Holding BUMN Ultra Mikro. PNM hadir untuk menjangkau masyarakat yang belum memiliki akses terhadap layanan keuangan.
Sebelumnya Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, menekankan fungsi PNM dalam mereaktualisasi budaya bangsa dalam hal gotong-royong. Budaya ini menjadi dasar gerak PNM dalam membentuk kelompok produk yang disebut dengen Pertemuan Kelompok Mingguan (PNM).
“PNM terus mendampingi seluruh perempuan pelaku usaha ultra mikro yang sekarang sampai dengan Desember 2023, nasabah aktif PNM Mekaar yang sudah kami damping sudah mencapai 15,1 Juta nasabah,” katanya seperti dikutip dari keterangan resminya.
PNM tidak hanya memberikan modal usaha, tetapi berbagai pelatihan untuk meningkatkan kapasitas usaha nasabah. PNM bekerja untuk pemberdayaan nasabah melalui pembiayaan dan pendampingan.
Pembiayaan dan pendampingan merupakan dua sisi mata uang yang tidak boleh dipisahkan satu dengan lainnya.
Nasabah PNM Mekaar terus tumbuh tiap tahunnya, bahkan juga banyak yang telah berhasil naik kelas ke BRI dan Pegadaian.
Arief Mulyadi mengatakan, fokus PNM adalah mengangkat kepercayaan diri nasabah yang inferior menjadi pelaku usaha yang punya mental untuk maju.
Penulis: Riki