www.halloriau.com


Ekonomi
BREAKING NEWS :
Pemko Pekanbaru Belum Bisa Pastikan Kapan CFD Kembali Dibuka
 
Pro Kontra Thrifting, Jadi Solusi Limbah Fast Fashion Tapi Rugikan Industri dalam Negeri
Sabtu, 18 Maret 2023 - 14:23:42 WIB

PEKANBARU - Pedagang barang bekas atau saat ini populer disebut thrift menanggapi larangan menjual dan ancaman pidana yang mengancam jika tetap bandel melakukannya.

Haslinda, yang baru beberapa bulan mencoba berkecimpung di dunia thrift store Pekanbaru mengatakan bahwa pemerintah perlu mencari solusi lebih dulu. Bukan main 'hantam' dengan melarang keseluruhannya. Sebab industri thrift ini masih dibutuhkan masyarakat.

"Kalau dibilang thrift ini mengancam produk dalam negeri, oke bisa diterima jika memandangnya sebagai saingan. Tapi masalahnya harga produk dalam negeri itu kadang terlalu mahal dan tidak bisa dijangkau semua kalangan juga. Enggak semua orang kaya," kata dia, Minggu (18/3/2023).

Selain itu, lanjut Haslinda, tidak perlu memandangnya sebagai saingan industri. Ia berharap pemerintah tidak memakai kacamata salah satu industri, tapi harusnya bisa melihat bahwa thrifting sebagai sebuah pilihan lain bagi masyarakat.

Pelaku thrifting sering diberi stigma negatif yaitu sekedar ingin membeli barang bermerek dengan harga jauh lebih murah. Artinya kebiasaan ini tidak mengubah sikap konsumerisme yang juga menjadi penyebab makin banyaknya limbah tekstil. Namun, Haslinda mengatakan tidak semua konsumen seperti itu.

"Kalau sekarang ini thrift memang lebih ke penggunaan. Banyak konsumen yang tidak sanggup membeli pakaian baru dan mahal, tapi di sini bisa beli pakaian bekas dengan kualitas masih layak pakai dengan harga murah. Pakaian itu memang dipakainya sehari-hari, enggak seperti fast fashion," ujarnya.

Secara sederhana, fast fashion dapat diartikan sebagai pakaian murah yang diproduksi dengan cepat dan secara massal guna merespons tren terbaru. Biasanya ide pembuatan fast fashion bersumber dari peragaan busana atau budaya selebritas, lalu diproduksi ulang dengan biaya murah dan waktu yang cepat. Contoh paling mudah adalah mode pakaian Korea mengikuti idola K-Pop, atau moda pakaian ternama seperti Zara, H&M, Shein, dan Forever 21.

Namun industri fast fashion ini juga sering dikritik aktivis dan organisasi lingkungan karena menjadi penyebab limbah berjuta-juta ton pakaian yang mengancam keselamatan bumi. Thrift dianggap bisa menjadi solusi karena pakaian fast fashion itu bisa dijual dan dipakai kembali. Keberadaan thrifting dikhawatirkan akan membunuh industri tekstil dalam negeri itu sendiri.

"Jika kita menerima atau menggunakan barang impor bekas, ini akan merusak industri UMKM kita," kata Menteri Perdagangan RI, Zulkifli Hasan, usai membakar 730 bal barang impor bekas di Terminal BRPS, Pekanbaru, Jumat (17/3/2023).  

Penulis: Rinai
Editor: Riki



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Ilustrasi CFD Pekanbaru selalu ramai diikuti masyarakat (foto/int)Pemko Pekanbaru Belum Bisa Pastikan Kapan CFD Kembali Dibuka
Pj Gubernur Riau, SF Hariyanto (foto/int)Hotel Pemprov Riau di Jakarta Akan Groundbreaking Juni Mendatang
Tumpukan sampah di Jalan Gulama, RT 04/RW 04, Kecamatan Marpoyan Damai Pekanbaru (foto/int)Sampah Menumpuk di Jalan Gulama Pekanbaru, Warga Keluhkan Bau Busuk
  Kemacetan yang kerap terjadi di ruas jalan SM Amin menuju Jalan Naga Sakti (foto/tribunpku)Sering Macet, Warga Minta Pemko Aktifkan Lampu Lalu Lintas Disimpang SM Amin-Naga Sakti
Asisten I  Pemkab Rohil Drs Ferry menghadiri malam pelantikan Dewan Hakim MTQ ke-42 Provinsi Riau (foto/afrizal)Pejabat Pemkab Rohil Hadiri Malam Taaruf dan Pelantikan Dewan Hakim MTQ ke-42 Riau
Bupati Kepulauan Meranti tampak melambaikan tangan, bertepuk tangan menyambut riang saat kafilah melintas di panggung mimbar kehormatan pelepasan Pawai Ta’aruf.Tampil Memukau, Kafilah Kepulauan Meranti Meriahkan MTQ Provinsi Riau Ke-42 di Kota Dumai
Komentar Anda :

 
Potret Lensa
Sepanjang Jalan Rajawali Rusak Parah
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2024 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved