PEKANBARU – Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melebarkan Jalan HR Subrantas, Pekanbaru, sepanjang sekitar 800 meter mendapat apresiasi dari DPRD Kota Pekanbaru. Tak hanya memperluas badan jalan, proyek tersebut juga mencakup penataan tiang listrik dan pemindahan kabel jaringan telekomunikasi dari udara ke bawah tanah.
Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Pekanbaru, H Roni Amriel SH MH, menilai langkah yang dilakukan di bawah kepemimpinan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto itu sebagai upaya strategis untuk membenahi infrastruktur perkotaan sekaligus memperindah wajah ibu kota Provinsi Riau.
Menurut Roni, penataan kabel optik atau fiber optik (FO) melalui jalur utilitas bawah tanah merupakan langkah yang sudah dibutuhkan Pekanbaru. Selama ini, kabel yang bergantungan di udara dinilai mengganggu kerapian tata ruang kota.
“Gubernur yang visioner tentu memahami kebutuhan masyarakat Kota Pekanbaru sebagai ibu kota provinsi. Penataan kabel optik yang selama ini bergantungan di udara, merupakan langkah yang patut diapresiasi,” sebut Roni Amriel kepada Tribunpekanbaru.com, Senin (19/10/2026).
Politisi senior Partai Golkar tersebut menilai, proyek pelebaran Jalan HR Subrantas yang dibarengi penataan jaringan utilitas bisa menjadi proyek percontohan atau pilot project untuk diterapkan di ruas jalan lain di Pekanbaru.
Terlebih, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru saat ini juga tengah menyusun konsep penataan jaringan utilitas bawah tanah. Salah satu langkah awalnya telah dimulai di Jalan Ronggowarsito, kawasan Gobah.
Menurut Roni, pembangunan jaringan utilitas bawah tanah tidak hanya bertujuan meningkatkan kapasitas infrastruktur, tetapi juga menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih tertata, aman, dan memiliki nilai estetika.
"Pelebaran jalan dan pemindahan kabel optik maupun jaringan listrik dari udara ke bawah tanah, memang perlu berjalan beriringan. Dengan begitu, pembangunan tidak hanya membuat jalan lebih memadai. Tapi juga menjadikan wajah kota lebih tertata,” terangnya.
Sekretaris Komisi IV DPRD Pekanbaru itu mendorong agar konsep penataan kabel melalui jalur bawah tanah dapat diterapkan secara bertahap di berbagai ruas jalan lainnya.
Namun, ia mengingatkan bahwa pelaksanaannya membutuhkan koordinasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, PLN, penyedia layanan telekomunikasi, hingga pihak terkait lainnya. Koordinasi tersebut diperlukan agar penataan jaringan utilitas tidak menghambat pelayanan kepada masyarakat maupun aktivitas pembangunan.
"Kami berharap, rencana ini menjadi langkah awal untuk mewujudkan infrastruktur perkotaan yang lebih rapi, aman, dan modern, plus mendukung Pekanbaru sebagai ibu kota Provinsi Riau yang terus berkembang," paparnya.
Sebelumnya, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Riau telah menyosialisasikan rencana pekerjaan tersebut melalui rapat bersama PLN, perusahaan penyedia jaringan telekomunikasi, Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) Riau, serta Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Riau.
Pelibatan berbagai pihak tersebut dilakukan untuk menyelaraskan pekerjaan pelebaran jalan dengan penataan jaringan listrik dan telekomunikasi yang berada di sepanjang lokasi proyek. Pekerjaan ini ditargetkan rampung pada Desember 2026.
Adapun pelebaran Jalan HR Subrantas direncanakan berlangsung di dua titik, yakni kawasan sekitar Universitas Riau (Unri) dan kawasan pemancar Radio Republik Indonesia (RRI).
Pemprov Riau menyebutkan, ruas jalan di sekitar UNRI yang akan dikerjakan memiliki panjang sekitar 505 meter, sedangkan di kawasan pemancar RRI mencapai sekitar 300 meter.
Pada ruas tersebut, jalan direncanakan memiliki lebar hingga 16 meter pada satu sisi. Pelebaran diharapkan dapat meningkatkan kapasitas jalan, sementara penataan jaringan utilitas bawah tanah menjadi bagian dari upaya mewujudkan infrastruktur perkotaan yang lebih modern.
Jika berjalan sesuai rencana, proyek ini tidak hanya memberikan ruang jalan yang lebih memadai bagi pengguna kendaraan, tetapi juga menjadi langkah awal pembenahan jaringan utilitas demi menciptakan wajah Pekanbaru yang lebih rapi dan nyaman.