www.halloriau.com
Ekonomi
BREAKING NEWS :
Pelaku PETI Kabur, Empat Set Mesin Rakit Dongpeng Dibakar Polisi
 
Dipatokdang, Tradisi Mendudukkan Jenazah karena Dianggap Belum Meninggal
Minggu, 22 November 2020 - 09:26:47 WIB
Dipatokdang, Tradisi di Mamasa. FOTO: Abdy Febriady/detikcom.
Dipatokdang, Tradisi di Mamasa. FOTO: Abdy Febriady/detikcom.

MAMASA - Warga Kabupaten Mamasa memiliki tradisi unik sebagai penghormatan kepada keluarga yang telah meninggal. Mereka menggelar Dipatokdang, tradisi ditandai dengan mengatur posisi jenazah keluarga yang baru saja meninggal, sehingga tampak sedang duduk.

Seperti yang berlangsung di Kelurahan Batu Sawah, Kelurahan Messawa, Kecamatan Messawa, Sabtu pagi (21/11/2020).

Jenazah Adolvina Latulembang (73 tahun), yang diketahui meninggal pada Jumat subuh (20/12/2020) kemarin. Jenazahnya diatur oleh pihak keluarga, sehingga tampak sedang duduk.

Tidak hanya itu, jenazah yang mengenakan pakaian adat juga didandani, kemudian ditempatkan di ruang tamu, dalam bilik menyerupai pelaminan, sehingga tampak sedang tersenyum kepada keluarga yang berdatangan untuk melayat.

Tradisi dipatokdang berlangsung sehari semalam. Selama dipatokdang berlangsung, warga meyakini keluarga mereka belum meninggal, namun sedang sakit.

"Tokdang artinya didudukkan kembali ini mayat, dalam artian bahwa prosesnya dianggap orang sakit, " kata tetua kampung, Buro Linggi kepada wartawan.

Menurut Buro, setelah prosesi dipatokdang usai, jenazah akan kembali ditidurkan dan dimasukkan ke dalam peti kayu. "Pada pagi hari ini (Sabtu), dia resmi dia ditidurkan kembali, bahwa itu sudah masuk kategori meninggal, " terangnya.

Sebelum dipatokdang usai dan jenazah dibaringkan, pihak keluarga diwajibkan menyembelih seekor kerbau. "Pada hari ini sudah dipotong kerbau satu ekor namanya pabbambangan, setelah itu acaranya maleppo kayu untuk menyimpan mayat selama ada di atas rumah, " ungkap Buro, dikutip dari detik.com.

Setelah jenazah dimasukkan ke dalam peti kayu, prosesi pemakaman tidak langsung dilakukan. Menunggu keputusan pihak keluarga, terkait waktu pemakaman.

Diketahui, tradisi dipatokdang hanya dilakukan untuk warga yang dianggap sebagai keturunan bangsawan, dan memiliki ekonomi ini untuk memenuhi sejumlah persyaratan, diantaranya menyembelih sejumlah kerbau. Nah itu dia traveler, tradisi dipatokdang yang unik di Mamasa, Sulawesi Barat.(*)

 


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA LAINNYA    
Mesinn dongpeng dibakar polisi.Pelaku PETI Kabur, Empat Set Mesin Rakit Dongpeng Dibakar Polisi
Kepala Dinas ESDM Riau, Indra Agus LukmanPNPB Turun ESDM Riau Tuding Karena Perkara Izin
Vaksin Coronavac tiba di Pelabuhan Selatpanjang dan dikawal kepolisian bersenjata lengkapDikawal Polisi Bersenjata, 1.920 Vaksin Covid-19 Tiba di Kepulauan Meranti
  IlustrasiBappeda Bengkalis Sosialisasi Pengisian Renstra untuk Samakan Persepsi
Manager Desa Bebas Api, Hafiz Hazalin Sinaga saat mencoba madu kelulut langsung dari sarangnya.Cegah Karlahut di Masa Pandemi, DBA Asian Agri Tingkatkan Imunitas dengan Kelulut
IlustrasiSebagian Besar Pasien Covid-19 Riau Meninggal Miliki Komorbid
Komentar Anda :

 
 
Potret Lensa
Dinas ESDM Riau Serahkan Masker untuk PWI Riau
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2021 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved