Traveling
BREAKING NEWS :
Riau Kembali Nihil Penambahan Kasus Positif Covid-19
 
Di Pulau Miangas, yang Petik Kelapa Sembarangan Dapat Hukuman Adat!
Jumat, 11 Oktober 2019 - 20:31:14 WIB
Memetik kelapa sembarangan di Miangas bakal diberi hukuman.
Memetik kelapa sembarangan di Miangas bakal diberi hukuman.

MIANGAS - Kelapa mungkin jadi tanaman dianggap biasa. Tapi lain cerita dengan Desa Miangas, Kecamatan Khusus Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara. Untuk ambil kelapa saja, harus izin dari ketua adat.

Ada banyak hal menarik yang bisa ditemui di Miangas. Cuaca ekstrem dan adat yang kental, membuat Miangas nyentrik.

Di daerah lain di Indonesia, kelapa sangat mudah ditemui. Harganya pun sangat murah. Begitu pula dengan kelapa di Miangas. Tapi bukan itu yang akan dibahas.

Ini soal panen dan pelarangan panjat kelapa, namanya Eha. Eha adalah hukum panen kelapa di Pulau Miangas. Meski sebagian besar pulau ini terdiri dari pohon kelapa, tapi masyarakatnya punya aturan dalam memanen.

Dalam 3 bulan sekali, masyarakat Miangas akan panen raya buah kelapa. Sebelum tanggal yang ditetapkan, masyarakat tidak diperbolehkan untuk mengambil kelapa.

"Kegiatan ini diberlakukan untuk semua warga di pulau ini, yaitu pelarangan untuk mengambil kelapa," ujar Ismael Essing sebagai Mangkubumi 2 di Pulau Miangas.

Meski demikian, masyarakat masih bisa memetik kelapa dengan hari yang sudah disepakati. Biasanya waktu yang disepakati adalah hari Sabtu. 

"Karena buah kelapa adalah kehidupan dari masyarakat Miangas. Dalam waktu 3 bulan sekali kemudian baru diadakan panen raya," ujar Ismael, dikutip dari detikcom.

Masyarakat yang tidak mengikuti aturan atau kedapatan memetik pohon kelapa bisa kena sanksi adat. Meskipun itu dari kebunnya sendiri.

"Orang yang kedapatan memanjat dan mengambil kelapa akan diarak keliling kampung sambil memegang kelapa yang sudah dipetik. Sambil keliling kampung orang tersebut harus berteriak 'Jangan ikuti saya' karena sudah mencuri," ungkap Ismael.

Wah, ketat juga ya traveler. Tapi kembali lagi, karena kelapa adalah satu satu sumber kehidupan orang Miangas, ada syarat lain yang bisa diikuti.

"Jika ada keperluan tertentu untuk memenuhi kebutuhan sekolah anak, masyarakat boleh mengambil buah kelapa dengan izin dari kepala desa dan ketua adat," jelas Mangkubumi 2.

Masyarakat Miangas terbilang telaten karena pengambilan buah kelapa masih menggunakan cara tradisional. Petani kelapa naik ke atas pohon dan memetik kelapa dengan parang.

Cara ini dianggap ampuh untuk membersihkan pohon kelapa. Karena kelapa yang dicungkil dari bawah hanya akan menghambat pohon kelapa kotor.

Kalau sudah di Miangas, cobalah untuk mencicipi kelapa asli pulau ini. Rasanya manis dengan sedikit sensasi soda. Benar-benar menyegarkan!

Sejak dulu warga Miangas mengolah kelapa untuk menjadi kopra. Kopra adalah buah kelapa yang dipecah dan dikeringkan di bawah matahri. Setelah itu, kopra akan dijual ke kota-kota lain seperti Bitung, Melonguane dan Manado lewat kapal.

Namun harga kopra saat itu sunggulah murah. Harga satu kilo kopra hanyalah Rp 3.000 saja. Petani kelapa sendiri rugi karena pengolahan kopra memakan waktu sampai 3 hari. Cara terbaik untuk menghindari rugi adalah dengan menjadikannya minyak kelapa.(*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
IlustrasiDuh, 1.542 Hotel di Indonesia Tutup karena Corona
Kursi di pesawat.Ternyata Duduk di Bangku Posisi Ini Bisa Atasi Turbulensi di Pesawat
IlustrasiTiket Pesawat Masih Mahal, Kapan Pemerintah Turunkan?
  Outfit terbaik saat di pesawat adalah celana jeans dan sepatu sneaker.Fakta Nih: Celana Jeans & Sepatu Bisa Menyelamatkanmu saat Kecelakaan Pesawat
Qantas.Bikin Feeling Safe saat Bepergian, Inilah 10 Maskapai Paling Aman Tahun 2020
ANA.ANA Beri Penawaran "Hello Blue Sale", Bisa Dapat Penerbangan Domestik Jepang Gratis

 
Berita Lainnya :
  • Belum Lapor ke Dispar, Sejumlah Obyek Wisata di Riau Kembali Beroperasi
  • Lagi, Citilink Indonesia Stop Sementara Penerbangan
  • Belum PHK, Lion Air Akui Potong Gaji dan THR Karyawan
  • Destinasi Wisata Paling Diimpikan dan Dinanti oleh Seluruh Negeri
  • Airy Room Pamit dari Indonesia Mulai 31 Mei 2020
  • Terus Berkontribusi di Tengah Pandemi, tiket.com Kembali Buka Penggalangan Dana Tahap Ketiga
  • Citilink Kembali Layani Penerbangan Domestik Mulai 8 Mei 2020
  • Hal-hal Tabu di Indonesia yang Ternyata Dianggap Biasa Saja di Finlandia
  • Semprot Pantai Cegah Corona, Pemerintah Spanyol Dapat Kecaman Warga
  • Bali Dinobatkan Sebagai Pulau Paling Populer se-Dunia di Instagram
  • Gara-gara #dirumahaja, Sungai Melaka di Malaysia Kembali Jernih
  • Duh, 1.542 Hotel di Indonesia Tutup karena Corona
  • Tingkat Hunian Terus Turun Akibat Corona, 6 Hotel di Pekanbaru Tutup
  • Gara-gara Corona, Tingkat Hunian Hotel di Riau Cuma 15 Persen
  • Mahasiswa Terdampar di Afrika Selatan Gara-gara Printer Rusak
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved