Traveling
BREAKING NEWS :
Blue-E, Smart Card yang akan Gantikan Buku KIR
 
"Ayo ke Riau" Ambisi Riau Capai Target 20 Juta Turis Asing untuk Bantu Pemerintah RI
Jumat, 28 Desember 2018 - 06:58:15 WIB
Foto : Liputan6
Foto : Liputan6

PEKANBARU - Tahun 2019 menjadi istimewa bagi Indonesia khususnya bidang pariwisata. Tahun itu merupakan batas akhir sekaligus pertaruhan untuk memenuhi target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia sebanyak 20 juta.

Riau sebagai bagian dari Indonesia di belahan barat tentunya tak ingin ketinggalan memenuhi target itu. Sejumlah langkah sudah disiapkan, di mana Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Riau optimis meningkatkan jumlah wisman ke Bumi Lancang Kuning.

Kepala Dispar Riau Fahmizal Usman menjelaskan, potensi Riau yang berdekatan dengan Malaysia dan Singapura menjadi keuntungan tersendiri. Tak ayal, cross border tourism dimanfaatkan karena sejalan dengan program wisata nasional.

"Lintas batas, karena di Indonesia bagian barat ini cuma Riau dan Kepulauan Riau yang punya. Contoh jalur Malaka-Dumai, Muar-Dumai, Muar-Bengkalis, Malaka-Bengkalis, Batu Pahat-Meranti, dan Malaka-Meranti," sebut Fahmi kepada wartawan, Kamis (27/12/2018) siang.

Dilansir dari liputan6.com, Fahmi menerangkan, jalur lintas itu punya potensi besar dalam peningkatan jumlah turis asing. Misalnya saja, di Kota Dumai, rata-rata kursi penumpang mencapai 90 ribu per tahun, begitu pula dengan Meranti dengan 72 ribu.

"Tahun depan ini dioptimalkan agar diisi atau dibeli wisatawan asal Malaysia ke Riau," sebut mantan Kepala Biro Humas Pemerintah Provinsi Riau ini.

Agar semua itu terwujud, Fahmi menyatakan perlu membangun tiga kerja sama. Pertama, kerja sama pemerintah setempat dengan asosiasi ataupun penggiat wisata untuk menampilkan atraksi di jalur-jalur masuk tadi supaya menarik perhatian pengunjung dari luar negeri.

Atraksi ini dikemas dalam bentuk acara yang menghadirkan pagelaran budaya, mulai dari silat, tarian Melayu, pertunjukan musik tradisional, ataupun modern. Hadirnya atraksi ini akan menjadi penarik perhatian untuk kemudian memberi tahu adanya destinasi, baik di Dumai, Meranti, Rokan Hilir, dan daerah lainnya.

"Misalnya Cian Cui atau perang air di Meranti, dan Bakar Tongkang di Rokan Hilir. Intinya atraksi yang bisa mengundang keramaian," sebut Fahmi.

Untuk menunjang atraksi ini, kerja sama kedua adalah dari sisi industri, yaitu menjalin hubungan dengan vendor wisata atau jasa perjalanan serta hotel yang dikemas dengan paket wisata. Hal tersebut memanfaatkan Visit Indonesian Travel Officer (VITO) yang ada di Malaka, Muar, dan Johor.

"Dioptimalkan VITO ini membuat promosi wisata ke Riau. Buat paket wisata dua hari tiga malam, misalnya menyaksikan car free night di Bengkalis, bisa juga perang air di Meranti ataupun bakar tongkang," sebut Fahmi.

Kerjasama ketiga, sambung Fahmi, adalah tourism hub. Dalam hal ini, adalah Singapura dan Kuala Lumpur karena menjadi transportation hub, di mana penerbangan dari belahan dunia mana saja masuk ke sana.

Cara ini kembali memanfaatkan VITO berkoordinasi dengan Kementerian Pariwisata, lalu memberi intensif ataupun subsidi, baik penerbangan ataupun kapal laut. Misalnya, ongkos ke Riau yang semulanya 40 dolar Amerika menjadi 20 dolar agar wisatawan tujuan Singapura ataupun Malaysia tertarik ke Riau.

"Tiga jalinan ini saling melengkapi, ada atraksi, paket wisata, dan tourism hub," ucap Fahmi.

Penerimaan Daerah dan Negara
Untuk di Riau sendiri, sejak tahun 2017, perkembangan kunjungan wisatawan asing cukup moncer. Capaiannya sudah di atas 120 ribu kunjungan, di mana angka ini sudah melampaui RPJMD Provinsi Riau. Tahun depan akan ditingkatkan lagi tiga kali lipat.

"Kapasitas kursi kapal dari Muar ke Bengkalis dan Bengkalis dari Malaysia itu 360 ribu. Dengan tiga cara tadi kalau optimal, bisa tiga kali lipat kunjungan Wisman ke Riau. Itu baru laut, belum udara, makanya dioptimalkan dengan atraksi, paket wisata, dan tourism hub," tegas Fahmi.P

Semuanya itu, kalau berjalan dengan baik akan menimbulkan pergerakan ekonomi melalui wisata. Sebab, setiap wisman tentu saja membawa uang dan perlu belanja, makan, minum, beli suvenir, dan penginapan.

"Terjadi perputaran uang, belum lagi wisatawan belanja ke mal, pergi tempat hiburan seperti karaoke, makan di kaki lima ataupun rumah makan," sebutnya.

Oleh karena itu, akses juga menjadi penting dalam parawisata. Pasalnya, percuma saja kalau destinasi alam bagus tapi tidak ada jalan. Begitu halnya dengan amenitas seperti tempat penginapan di lokasi wisata.

"Inilah unsur parawisata, semua harus berjalan seiring. Itu adalah target pada tahun depan," imbuh Fahmi.

Selama ini, Riau punya tagline wisata "Riau Menyapa Dunia". Kalimat ini sudah dipatenkan untuk 30 tahun ke depan untuk promosi wisata Riau.

Selain perang air dan bakar tongkang yang sudah mendunia, masih ada sejumlah acara pariwasata yang bisa dinikmati wisatawan ketika berkunjung ke Riau. Oleh karena itu, Fahmi tak bosan-bosannya menyatakan "Ayo ke Riau". (*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Alam Mayang.Belum Lapor ke Dispar, Sejumlah Obyek Wisata di Riau Kembali Beroperasi
IlustrasiGara-gara Corona, Tingkat Hunian Hotel di Riau Cuma 15 Persen
Area Manager AET Travel-PT Penjuru Wisata Negeri Wilayah Riau Syamsul Bahri Samin (empat kiri) bersama Manajer Pembina Cabang Rahmad Ramadan, Manajer Visa Rahmad Rivaldi dan Sekretaris Area II Riau Lilis Astriningsih foto bersama dengan manajemen Metro Riau Group, Kamis (12/3/2020). Foto ISTDunia Usaha tak Terlepas dari Peran Media, AET Travel-PT PWN Kunjungi Kantor Metro Riau Group
  Ilustrasi. Foto: AntaraTingkat Hunian Terus Turun Akibat Corona, 6 Hotel di Pekanbaru Tutup
Sumber poto : brosispkuPesona Masjid Agung An Nur di Pekanbaru
Objek wisata Indonesia.HIPMI Harap Industri Pariwisata Indonesia Ambil Peluang dari Wabah Virus Corona

 
Berita Lainnya :
  • Pulau Rupat Utara Akan Disulap Investor Singapura Jadi Kawasan Resort Bertaraf Internasional
  • 5 Hotel di Indonesia Masuk Peringkat 100 Terbaik di Dunia, Capella Ubud di Bali Posisi Teratas
  • Warga Purwokerto 'Liburan' ke Singapura Viral, Unik!
  • Provinsi Riau Masuk 8 Nominasi Anugerah Pesona Indonesia
  • Berikut 53 dan 99 Zona Hijau Corona di Indonesia
  • Pariwisata Mesir Dibuka 1 Juli 2020, Ada Diskon Biaya Visa Turis
  • Dua Warga Negara Asing Tersesat di Hutan Bali Gara-Gara Ikuti Google Map
  • Tak Ada Lagi Kursi Tengah Kosong, Ada Perisai New Normal untuk Pesawat
  • Imigrasi Buka Lagi Layanan Pembuatan Paspor, Hari Ini sudah Bisa Daftar
  • Bila Dibuka dengan Prosedur New Normal, Biaya Umrah Bisa Naik hingga 40%
  • AirAsia Mulai Beroperasi Lagi 19 Juni Mendatang
  • Akibat Corona, hanya 1 Orang Turis Luar Negeri Kunjungi Aceh
  • Yang Lain Untung-untungan Mulai Terbang, Maskapai Ini Malah Kandangkan Pesawatnya hingga 2021
  • Begini Bentuk Kursi Pesawat Anti-Corona, Diklaim Aman Buat Penumpang
  • Belum Lapor ke Dispar, Sejumlah Obyek Wisata di Riau Kembali Beroperasi
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved