PEKANBARU - Pasar otomotif di Provinsi Riau menunjukkan tren peningkatan dari 2.201 unit di Juni lalu naik signifikan menjadi 2.670 unit di bulan Juli 2026 lalu. Toyota masih menjadi market leader dari merek otomotif yang ada di Riau dengan raihan market share sebesar 30,0 persen.
Pada periode bulan Juli lalu, Toyota berhasil menjual sebanyak 801 unit, naik dari capaian bulan sebelumnya yakni 707 unit yang kuasai market sebesar 32,1 persen dari total 2.201 unit.
Untuk posisi kedua diraih Daihatsu dengan melepas sebanyak 633 unit (23,7 persen), disusul Mitsubishi sebanyak 493 unit (18,5 persen), Suzuki 242 unit (9,1 persen) dan Honda 131 unit 4,9 persen).
Selanjutnya ada Isuzu dengan penjualan sebanyak 110 unit, JAECOO sebanyak 72 unit, BYD 35 unit, Hino 27 unit, GEELY 20 unit, Hyundai 16 unit, FAW dan GWM Tank masing-masing 15 unit, Wuling 13 unit. Cherry 10 unit, Ford 6 unit, Jetour 5 unit dan Citroen 4 unit.
Pasar Otomotif Nasional
Sementara itu, pasar otomotif nasional menunjukkan tren pemulihan sepanjang tujuh bulan pertama 2026. Penjualan mobil domestik tumbuh dua digit, sekaligus membuat persaingan antarprodusen semakin ketat dalam memperebutkan pangsa pasar.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip Senin (10/8/2026), penjualan mobil secara wholesales atau distribusi dari pabrik ke dealer sepanjang Januari-Juli 2026 mencapai 517.742 unit.
Angka tersebut meningkat 18,3 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 437.544 unit.
Pertumbuhan juga terjadi pada penjualan ritel. Sepanjang Januari-Juli 2026, penjualan ritel mencapai 511.514 unit atau naik 12,3 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Dari sisi merek, Toyota masih mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar dengan capaian wholesales tertinggi.
Hingga Juli 2026, Toyota mencatat distribusi sebanyak 155.574 unit. Posisi kedua ditempati Daihatsu dengan 87.670 unit.
Sementara itu, Suzuki berada di posisi ketiga dengan penjualan wholesales sebanyak 41.973 unit. Suzuki mengungguli Mitsubishi Motors yang membukukan distribusi sebanyak 38.731 unit.
Persaingan pasar juga semakin menarik dengan menguatnya sejumlah merek asal China. BYD berhasil masuk lima besar dengan penjualan wholesales mencapai 29.826 unit.
Capaian tersebut membuat BYD berada di atas Honda yang mencatatkan distribusi sebanyak 23.260 unit sepanjang Januari-Juli 2026.
Penjualan Juli Melonjak
Penguatan pasar otomotif nasional semakin terlihat pada Juli 2026. Penjualan wholesales pada bulan tersebut mencapai 81.115 unit atau tumbuh 33,3 persen secara tahunan dibandingkan Juli 2025 yang mencatatkan 60.837 unit.
Dari sisi ritel, penjualan mobil pada Juli 2026 mencapai 77.412 unit. Angka tersebut meningkat 23,1 persen dibandingkan Juli 2025 yang berada di level 62.889 unit.
Ketua Bidang Pengembangan Pasar Gaikindo Jongkie Sugiarto mengatakan, penyelenggaraan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 turut menjadi salah satu faktor yang mendorong peningkatan pasar otomotif pada penghujung Juli.
Meski demikian, kontribusi penjualan yang secara khusus berasal dari ajang GIIAS 2026 masih menunggu laporan dari masing-masing agen pemegang merek (APM).
Selain faktor pameran, Jongkie menilai membaiknya kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat turut menopang pertumbuhan penjualan mobil pada Juli.
Kinerja positif tersebut juga terlihat secara bulanan. Penjualan wholesales Juli 2026 tumbuh 4,5 persen dibandingkan Juni 2026 yang mencapai 77.603 unit.
Sementara itu, penjualan ritel meningkat 3,6 persen, dari 74.758 unit pada Juni menjadi 77.412 unit pada Juli 2026.
10 Merek dengan wholesales terbesar Januari-Juli 2026 yakni Toyota: 155.574 unit, Daihatsu 87.670 unit, Suzuki 41.973 unit, Mitsubishi Motors 38.731 unit, BYD 29.826 unit, Honda 23.260 unit, Mitsubishi Fuso 22.504 unit, Jaecoo 20.534 unit, Isuzu 16.906 unit, Hino 14.100 unit.