www.halloriau.com  
Ekonomi
BREAKING NEWS :
Waduh, Orang yang Kerap Gunakan Emoji Jago Kencan dan Aktif Secara Seksual
 
Facebook Akui Percakapan Bisa Tetap 'Dikuping' Lewat Kontraktor
Kamis, 15/08/2019 - 10:47:49 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi
TERKAIT:
 
 

JAKARTA - Facebook menyatakan pihaknya sempat membayar kontraktor atau pihak ketiga untuk mendengarkan dan menyalin klip audio dalam percakapan Messenger. Namun, perusahaan mengatakan hal itu kemudian baru dihentikan sepekan silam.

"Sama seperti Apple dan Google, kami menghentikan tinjauan audio melalui kontraktor lebih dari seminggu yang lalu," kata juru bicara Facebook kepada Cnet melalui surel dikutip dari CNNIndonesia.

Sejak tahun 2015, Facebook Messenger telah menawarkan fitur untuk menyalin klip suara menjadi teks. Fitur ini tetap 'menguping' pembicaraan kendati pengguna menonaktifkannya.

Selain Facebook, raksasa teknologi AS seperti Google, Apple, Microsoft, dan Amazon dikabarkan juga membayar pihak ketiga untuk mendengarkan percakapan pengguna melalui perangkat speaker dan layanan asisten berbasis suara mereka secara eksplisit.

Apple melaporkan telah mengikuti jejak Facebook yang tak lagi menggunakan pihak ketiga untuk meninjau percakapan pengguna melalui Siri.

Sejak saat itu, Amazon mengizinkan pengguna untuk berhenti menggunakan speaker pintar. Sedangkan Google masih mempertahankan Google Assisten yang bisa beroperasi dalam berbagai bahasa.

Facebook belakangan ditempa sejumlah masalah privasi pengguna. Komisi Perdagangan Federal AS (FTC) menjatuhi hukuman denda sebesar US$5 miliar atau setara Rp69,8 triliun atas pelanggaran privasi.

Penyelidikan FTC berawal setelah tahun lalu Facebook dituduh melanggar keputusan kesepakatan berbagi informasi 87 juta data pengguna yang melibatkan Cambridge Analytica.

Sebagai bentuk penyelesaian masalah, Facebook menyatakan akan membayar denda dan memberikan kerangka kerja baru yang komprehensif untuk melindungi privasi pengguna.

Sebagai bagian penyelesaian, dewan direksi Facebook akan membuat komite privasi independen yang menghilangkan kendali CEO Mark Zuckerberg dalam membuat keputusan yang bisa memengaruhi privasi pengguna. (*)



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Waduh, Orang yang Kerap Gunakan Emoji Jago Kencan dan Aktif Secara Seksual
  • Defisit, Proyeksi Belanja RAPBD Meranti Tahun 2020 Naik Sebesar Rp1,453 Triliun
  • Wow, Kadisparbud Sebut Festival Pacu Jalur Kuansing 2019 Pecahkan 2 Rekor MURI
  • Lima Terdakwa Kasus 37 Kg Sabu Dituntut Hukuman Mati, Sampaikan Pembelaan dengan Tangisan
  • Gagal Melaju ke Babak Selanjutnya, Jonatan Tersingkir dari Kejuaraan Dunia Bulutangkis
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Potret Lensa
    Asetku Sosialisasi Cara Jadi Pengguna Cerdas Keuangan Digital
     
     
     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved